Loading...
image

"Elemen Lithium"
Sumber gambar: shutterstock.com

Dunia Tambang / 23 July 2021 / 0 Komentar

Energi PURE HMI 

Perbaiki Kinerja, PURE Manfaatkan HMI Untuk Kembangkan Teknologi Baterai Litium

duniatambang.co.id - Perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia dinilai memiliki potensi bisnis yang sangat besar oleh PT Trinitan Metals and Mineral (PURE). Oleh karena itu pihaknya saat ini mencoba memanfaatkan peluang itu dengan melakukan pengembangan teknologi baterai litium.

Guna memfasilitasi pengembangan teknologi tersebut, PURE pada bulan Agustus tahun 2020 lalu mendirikan anak usaha PT Hydrotech Metal Indonesia (HMI). Nantinya anak usaha baru itu akan dijadikan sebagai pusat penelitian dan juga pengembangan teknologi yang fokusnya dilakukan dengan mengolah logam dan mineral.

Dalam hal ini, Hydrotech Metal Indonesia akan menjadi pihak yang berperan penuh dalam mengembangkan teknologi Step Temperature Acid Leach (STAL). Teknologi tersebut adalah dengan mengolah bijih laterit yang memiliki kadar rendah, yang telah dipatenkan untuk mendapatkan nikel dari beragam laterite ore.

Nantinya, teknologi STAL dikembangkan dengan melihat kondisi pertambangan nikel di Indonesia, yang secara khusus akan mempertimbangkan besaran kebutuhan modal serta biaya operasional.

Tidak hanya mengembangkan teknologi STAL, Hydrotech Metal Indonesia juga memiliki tugas untuk mengembangkan teknologi hilirisasi nikel dan kemudian juga memaksimalkan nilai yang dihasilkan dari produk sampingan yang ada pada laterite ore.

Secara umum digambarkan oleh PURE bahwa nantinya anak usahanya itu akan berperan sebagai motor penggerak dalam mengembangkan rantai nilai baterai berbahan dasar nikel. Diharapkan Hydrotech Metal Indonesia bisa memberikan kontribusi penyediaan baterai kendaraan listrik di Tanah Air, karena PURE akan menjadi pihak penyedia bahan bakunya seperti nikel, kobalt, dan lainnya.

Ditargetkan Hydrotech Metal Indonesia bisa mendorong kinerja induk usaha dengan merangkul investor yang tertarik untuk menggunakan teknologi STAL itu. Hal ini juga merupakan bentuk perbaikan kinerja finansial perusahaan secara tidak langsung untuk tahun ini.

Sebagai informasi, kinerja PURE pada tahun 2020 lalu cukup terpengaruh wabah pandemi Covid-19, di mana pendapatannya mengalami penurunan sampai dengan 70 persen dibandingkan periode sebelumnya. Penurunan pendapatan itu membuat perusahaan mencatatkan rugi bersih yang jumlahnya mencapai 98,74 miliar.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Faris Primayudha

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar