Loading...
image

"Marble Quarry"
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 22 July 2021 / 0 Komentar

Mineral IUP 

Izin Pertambangan Batuan Naik Signifikan, Ini Penyebabnya

duniatambang.co.id - Berdasarkan data Minerba One Data Indonensia (MODI) yang dipublikasikan secara berkala oleh Kementerian Energi dan Sumber daya Mineral (KESDM), terdapat peningkatan jumlah Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang signifikan selama dua tahun terakhir. Komoditas IUP itu sendiri bukanlah batubara, nikel, ataupun tembaga, melainkan IUP Mineral Non Logam & Batuan.

Mengacu dari data MODI, IUP Mineral Non Logam & Batuan memiliki jumlah yang paling rendah pada tahun 2019. IUP kelompok komoditas tambang tersebut berjumlah 542 pada 2019, kurang dari setengah jumlah IUP Mineral Logam (1447 perizinan) maupun IUP Batubara (1172 perizinan).

Baca juga: Hapuskan PPN Emas Granula, Pemerintah Dukung Industri Pengolahan Emas

Jumlah IUP Mineral Non Logam & Batuan mengalami peningkatan drastis pada tahun 2020, yakni mencapai 2.847 perizinan atau lebih dari lima kali lipat dari jumlah tahun 2019. Sementara masing-masing IUP Mineral Logam serta IUP Batubara mengalami penurunan jumlah perizinan walaupun hanya turun sedikit. Berdasarkan data yang telah diperbaharui per Juli 2021, IUP Mineral Non Logam & Batuan tahun 2021 memiliki jumlah yang lebih tinggi dari tahun 2020, yakni sejumlah 2900 perizinan, sedangkan kedua IUP lain dapat dikatakan mengalami stagnansi jumlah perizinan.

Lantas apa penyebab lonjakan signifikan IUP Mineral Non Logam dan Batuan di masa pandemi ini?

Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Ditjen Minerba) KESDM Sugeng Mujiyanto menyampaikan bahwa lonjakan terjadi karena perubahan atau pemindahan kewenangan izin.

Awalnya kewenangan izin dipegang oleh pemerintah daerah, tetapi pengesahan Undang-Undang No. 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara pada 10 Juni 2020, memindahkan kewenangan perizinan IUP kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian ESDM sehingga jumlah izin komoditas mineral non logam beserta batuan menjadi meningkat.

Sugeng mengatakan bahwa peningkatan yang terlihat di grafik belum sepenuhnya dikatakan sebagai peningkatan yang sesungguhnya. Peningkatan jumlah perizinan mineral non logam dan batuan, pemerintah telah mengeluarkan Keputusan Menteri ESDM terkait pembatasan luas Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) mineral non logam dan batuan. Peraturan ini pada umumnya bertujuan untuk memberikan kebijakan pembatasan terhadap luas WIUP mineral non-logam dan batuan. Peraturan ini pun tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 110.K/HK.02/MEM.B/2021. Menurut Sugeng, pembatasan ini akan berlaku untuk pengajuan IUP non logam dan batuan yang terbaru.

Dapat diketahui bahwa sesuai namanya, tambang golongan non logam dan batuan mencakup komoditas seperti pasir, gamping, dan material-material batuan yang umum digunakan untuk konstruksi.

 

Penulis: Dzaky Irfansyah

Editor: Faris Primayudha

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar