Detail Berita


Usai IPO, PAM Mineral Siap Akuisisi Tambang Nikel Baru


"Penambangan nikel"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 18-07-2021

duniatambang.co.id - PT PAM Mineral Tbk (NICL) mencoba untuk mewujudkan rencana peningkatan nikel perusahaan, yang salah satunya adalah dilakukan dengan akuisisi perusahaan tambang baru. Rencana tersebut diutarakan perusahaan sebagai bagian dari rencana jangka menengah dan jangka panjang. Sayangnya, pihak PAM Mineral masih belum menjelaskan secara terperinci soal rentang harga serta di mana lokasi tambang baru yang akan diakuisisi itu.

Baca juga: PT PAM Mineral Siap Melakukan IPO, Sederet Nama Artis Jadi Nama Blok Tambang

PAM Mineral juga menjelaskan bahwa tambang nikel, khususnya yang memiliki kadar rendah dinilai memiliki peluang untuk menjadi komponen utama dalam produksi baterai kendaraan listrik. Keberadaan dari industri kendaraan listrik nantinya bakal mendorong meningkatnya permintaan bijih nikel.

Diprediksi bahwa pangsa pasar kendaraan listrik pada tahun 2025 nanti bisa menembus 10 persen, dibandingkan pada tahun 2019 silam yang hanya mencapai 2,5 persen. Peningkatan yang cukup signifikan itu pada akhirnya bisa memberikan sentimen terhadap meningkatnya pangsa pasar industri kendaraan listrik pada tahun 2030 menjadi 28 persen dan tahun 2040 menjadi 58 persen.

Tidak hanya nikel dengan kadar rendah saja yang akan mengalami peningkatan permintaan, tetapi juga nikel dengan kadar tinggi. Hal ini tidak lain disebabkan keberadaan industri smelter yang saat ini sebagian besar masih dalam tahap pembangunan, dan segera selesai dalam waktu dekat.

Diberitakan sebelumnya bahwa pemerintah telah membentuk holding BUMN bernama Indonesia Battery Corporation (IBC) yang menggandeng perusahaan asal Korea dan Cina, dan untuk membangun pabrik baterai kendaraan listrik. Proses groundbreaking-nya akan dilaksanakan pada akhir bulan Juli 2021 ini, dan ditargetkan untuk bisa mulai melaksanakan kegiatan produksi di tahun 2023 mendatang.

PAM Mineral sendiri diketahui mempunyai wilayah operasional yang lokasinya berada di Desa Lameruru, Langgikima, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara dan juga di Desa Laroenai, Bukung Pesisir, Sulawesi Tengah. Total luas dari tambang nikel tersebut mencapai 51 hektare.

Melihat perkembangan yang ada saat ini, PAM Mineral memprediksi permintaan akan bijih nikel bisa lebih dari 7 sampai 8 juta ton untuk setiap bulannya. Jika membandingkan dengan kegiatan eksplorasi yang dilakukan, PAM Mineral memproyeksikan bahwa cadangan bijih nikel yang dimiliki sekitar 28 juta ton.

Pekan lalu, PAM Mineral juga baru melantai di BEI dengan melepas sebanyak 20,70 persen saham ke publik dengan harga Rp100 per lembar saham. Dari perdagangan terakhir, saham PAM Mineral dengan kode NICL mengalami kenaikan sebesar 4,61 persen di harga Rp318 per lembar saham.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Ocky PR

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !