Detail Berita


Pengawasan Aktivitas Pertambangan Diperketat, Pemerintah Tingkatkan Penggunaan Teknologi


"Alat berat pertambangan"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 15-07-2021

duniatambang.co.id - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas usaha pertambangan mineral dan batubara (minerba) nasional. Hal itu dibuktikan dengan adanya peningkatan penggunaan teknologi dalam melakukan pengawasan, yaitu kombinasi teknologi machine learning dan artificial intelligence dalam pengolahan citra dan geodatasets.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Kementerian ESDM, Sujatmiko, pada kesempatannya di Jakarta, Sabtu (10/07/2021) lalu, mengatakan bahwa pengoptimalisasian teknologi ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih besar terhadap aktivitas pertambangan guna meningkatkan kontribusi industri sektor ini dalam memajukan perekonomian bangsa. Pengawasan ini pun akan terus dilakukan dengan menggunakan kombinasi media digital yang kemudian dapat dilakukan perbaikan dengan segera.

Menurut data dari kementerian ESDM, batubara merupakan salah satu sumber energi nasional yang sangat berkontribusi dalam perekonomian Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan keterdapatan sumber daya batubara sebesar 143,7 miliar ton dan cadangan batubara sebesar 38,8 miliar ton yang dimanfaatkan pemerintah untuk menjawab isu-isu dalam energy trilemma, yaitu ketahanan energi (energy security), keterjangkauan energi (energy affordability), dan keberlanjutan energi (energy sustainability). Selain itu, pada tahun 2020, produksi batubara mencapai 564 juta ton, dimana 138 juta ton digunakan untuk kebutuhan dalam negeri, salah satunya sebagai sumber energi Pembangkit Listrik Tenaga Uap yang sangat memengaruhi tarif listrik yang rendah.

"Walaupun banyak orang mengatakan batubara ini sebagai sumber energi yang kotor, namun sesungguhnya batubara ini bisa digunakan untuk sumber energi yang berkecukupan dan terjangkau untuk masyarakat dan peduli terhadap lingkungan," jelas Sujatmiko.

Pemerintah juga terus mendorong penggunaan teknologi melalui clean coal technology atas penanggulangan isu lingkungan, sehingga dapat terus memaksimalkan sumber energi yang rendah akan emisi karbon.

Upaya pemerintah ini akan terus ditingkatkan, mengingat sektor minerba memiliki kontribusi yang besar dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahun 2020 lalu, yaitu sebesar Rp34,65 trilium dan Rp1,67 triliun untuk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

 

Penulis: Yuniar Novianti

Editor: Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !