Detail Berita


Terus Fokus Eksplorasi, CITA Gelontorkan Biaya 1,62 Miliar Rupiah


"Ilustrasi uang kertas"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 15-07-2021

duniatambang.co.id - Laporan kegiatan eksplorasi yang dilakukan PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) dari bulan April sampai dengan Juni 2021, masih difokuskan untuk komoditas bauksit di sejumlah area of interest. Dalam periode tersebut, perusahaan mengaku telah mengeluarkan biaya sampai dengan Rp1,62 miliar untuk kegiatan eksplorasi yang dilakukan.

Secara terperinci, perusahaan melaporkan keterbukaan informasi ke BEI dengan menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan selama ini meliputi kegiatan Reconnaissance atau peninjauan yang terdiri dari pengambilan sampel singkapan dan pengukuran area.

Kemudian melakukan pemetaan Geologi serta Topografi yang bertujuan untuk memperoleh pencitraan dari sejumlah wilayah yang memiliki potensi bauksit ataupun bahan tambang lain seperti emas, bijih besi dan lainnya. Adapun, kegiatan geologi terbatas hanya pada lahan yang telah dilakukan test pit dan yang belum, yang masuk dalam daftar perusahaan.

Detail eksplorasi untuk mendapatkan cadangan terukur, dilakukan dengan penggalian test pit lebih rapat dengan ukuran grid 50 x 50 meter sampai 25 x 25 meter. Lalu penyiapan pengambilan sampel dengan kegiatan pencucian, penirisan serta penimbangan, crushing dan penghalusan dengan target ukuran 200 mesh.

Untuk wilayah Sandai, kegiatan eksplorasi yang dilakukan yakni dengan melaksanakan test pit dan telah menggali sebanyak 312 lubang di Blok Penjawaan, Sandai Kanan dan yang ada di sekitarnya. Adapun beberapa kegiatan eksplorasi itu meliputi setting, sampling dan penggalian test pit yang ukurannya antara lain 200 x 200 meter, 100 x 100 meter dan 50 x 50 meter. Kegiatan sampling sendiri mendapatkan 916 sampel dari wilayah tersebut.

Cita Mineral Investindo dan juga sejumlah anak usahanya tetap melakukan kembali kegiatan eksplorasi di wilayah Sandai, meski saat ini telah diberlakukan pembatasan kuota ekspor dan juga kebijakan peningkatan nilai tambah mineral. Sebelumnya, perusahaan sempat menghentikan kegiatan eksplorasi di sejumlah lokasi tambang yang dimiliki dan itu masih termasuk dalam Izin Usaha Pertambangan (IUP) perusahaan.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !