Detail Berita


Harga Terus Melonjak, Bukti Batubara Tahan Pandemi?


"Tumpukan batubara"
Sumber gambar: shutterstock.com


Tanggal terbit: 14-07-2021

duniatambang.co.id - Kondisi dalam negeri masih belum bisa bangkit akibat semakin tingginya penyebaran virus Covid-19 sehingga kebijakan pembatasan kegiatan kembali dilakukan oleh pemerintah. Namun di sisi lain, industri batubara sepertinya tidak terlalu terdampak oleh kondisi tersebut. Bahkan, salah satu perusahaan tambang batu bara Tanah Air, yakni PT Arutmin Indonesia melaporkan bahwa mereka hampir memenuhi target kapasitas produksi normal.

Perusahaan yang merupakan anak usaha dari PT Bumi Resources Tbk itu menjelaskan bahwa hal tersebut disebabkan oleh harga batu bara yang saat ini terus mengalami lonjakan. Akibatnya, perusahaan tidak memiliki rencana untuk melakukan pengurangan produksi, dan memilih untuk terus meningkatkan kapasitas produksi.

Kondisi semacam ini berbeda jauh dengan saat pemberlakuan kebijakan pembatasan pada tahun lalu. Arutmin saat itu terpaksa mengurangi kapasitas produksi, karena harga batu bara juga mengalami penurunan drastis.

Bagi Arutmin, pemberlakuan kebijakan sekarang yakni, PPKM Darurat, berdampak pada jam operasional untuk mereka yang bekerja di kantor, di mana karyawan diharuskan bekerja dari rumah secara penuh. Sedangkan untuk kegiatan operasional untuk karyawan di lapangan tetap berjalan normal, 24 jam.

Arutmin menjelaskan, jika nantinya ada karyawan yang dinyatakan positif Covid-19, pihaknya telah menyiapkan klinik dengan peralatan lengkap dan juga tenaga kesehatan yang akan membantu karyawan tersebut mendapatkan penanganan medis dan isolasi.

Sebagai informasi, Bumi Resources untuk tahun ini telah mencanangkan target produksi batu bara sebesar 90 juta ton. Kisaran yang diperkirakan nantinya akan berada di angka 85 sampai dengan 90 juta ton. Besaran target produksi perusahaan tahun ini mengalami kenaikan 11 persen jika dibandingkan dengan target produksi yang dicanangkan tahun 2020 lalu yang berada di angka 81 juta ton.

Rincian target produksi itu dijabarkan Bumi Resources masing-masing untuk PT Kaltim Prima Coal sebesar 60 sampai 62 juta ton, dan Arutmin sebesar 25 sampai dengan 27 juta ton. Sedangkan harga batu bara ICE Newcastle akhir pekan lalu berada di angka USD136,1 per ton, mengalami kenaikan sebesar 1,49 persen.

Diperkirakan harga batu bara dunia akan terus mengalami kenaikan, karena sejumlah negara dunia mulai melakukan pemulihan dari pandemi Covid-19.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !