Loading...
image

"Ilustrasi pengisian baterai mobil listrik"
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 12 July 2021 / 0 Komentar

Energi Mobil Listrik 

Pabrik Baterai Kendaraan Listrik di Bekasi Ditargetkan Mulai Beroperasi 2023

duniatambang.co.id - Pemerintah merencanakan pembangunan pabrik baterai untuk kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) pertama di Tanah Air. Pabrik baterai kendaraan listrik tersebut ditargetkan bisa mulai melakukan kegiatan produksi pada tahun 2023 mendatang. Adapun yang mengerjakan proyek pembangunan tersebut adalah Indonesia Battery Corp (IBC) yang merupakan konsorsium perusahaan milik pemerintah yang terdiri dari PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) atau MIND ID, PT Pertamina, PT PLN dan PT Aneka Tambang (Antam).

Proyeksi dimulainya pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik itu adalah pada tahun depan, sehingga proses pembangunannya ditargetkan berlangsung selama satu tahun. Hal tersebut dikarenakan hingga saat ini IBC masih melakukan studi dengan dua calon mitra asing yang menyatakan minatnya dalam proyek tersebut.

Lebih lanjut, dua perusahaan calon mitra itu adalah Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) yang merupakan perusahaan asal Cina dan LG Chem Ltd perusahaan asal Korea Selatan. Masing-masing perusahaan itu akan melakukan investasi sebesar USD5 miliar dan USD13 sampai USD17 miliar.

Sementara itu dikabarkan nilai investasi awal dari proyek pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik itu diketahui sebesar USD1,2 miliar, dan totalnya diperkirakan akan mencapai angka USD9,8 miliar. Nantinya proyek tersebut akan menyerap setidaknya seribu pekerja.

Pihak IBC mengatakan negosiasi yang dilakukan dengan dua calon mitra itu masih membahas soal struktur perusahaan patungan atau joint venture yang nantinya akan dibentuk. Dua perusahaan asing itu adalah yang akan membangun dari mulai hulu sampai dengan hilir proyek tersebut.

Pihaknya berharap pada tahun 2022 mendatang, sudah ada setidaknya sebuah value chain untuk kemudian dimulai proses konstruksinya.

Pemerintah sendiri sebelumnya menarget untuk melakukan peningkatan kapasitas baterai menjadi 140 GWh pada tahun 2030. 50 Gwh dari kapasitas itu akan dijual ke luar negeri atau diekspor. Semetnara sisanya akan digunakan untuk kebutuhan industri baterai kendaraan listrik dalam negeri.

Pabrik tersebut akan dibangun di Kawasan Industri Kota Deltamas di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat yang luasnya mencapai 33 hektar.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Faris Primayudha

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar