Detail Berita


Komitmen Freeport dalam Pemulihan Lingkungan dan Keanekaragaman Hayati Sekitar Tambang


"Tambang Terbuka Grasberg, PT Freeport Indonesia"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 09-07-2021

duniatambang.co.id - PT Freeport Indonesia (PTFI) merupakan tambang emas terbesar di Indonesia dan bahkan tambang di kawasan Grasberg tersebut salah salah satu deposit tembaga dan emas terbesar di dunia. Tambang ini berada di dataran tinggi di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua yang  melakukan eksplorasi, menambang dan memroses bijih yang menghasilkan konsentrat dengan kandungan emas, tembaga, dan perak. PTFI sendiri merupakan perusahaan tambang mineral afiliasi dari Freeport-McMoran (FCX) dan Mining Industry Indonesia (MIND ID).

Seperti dilansir oleh web resmi PTFI, sejak penandatanganan Kontrak Karya (KK) 1 pada tahun 1967, PTFI memulai produksi penambangan dan pengolahan bijih pada tahun 1972, yang berarti sudah hampir 50 tahun tambang tersebut berproduksi. Maka dari itu, PTFI telah melakukan berbagai macam upaya untuk memulihkan kembali keanekaragaman hayati yang rusak selama kegiatan operasional tambang, menjaga lingkungan hidup, ekonomi, serta pembangunan fasilitas masyarakat sekitar pertambangan. Beberapa upaya PTFI pada tahun 2021 ini antara lain yaitu seperti pembangunan jembatan gantung, pemberian 3 klinik kesehatan kepada masyarakat, melakukan penanaman pohon, perbaikan jalan akibat longsor, serta merenovasi stadion Sport Complex (MSC) untuk mendukung suksesnya PON XX Papua 2021.

Tony Wenas Presiden Direktur PTFI dalam diskusi virtual Restorasi Ekosistem untuk Keberlanjutan Keanekaragaman Hayati di Kompas TV, pada Selasa (6/7/2021) mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan penanaman 1 juta pohon di lahan seluas 400 ha pada semester I 2021 dan akan menargetkan penanaman pohon sebanyak 2,7 juta di lahan sekitar pertambangan pada tahun 2021 ini. Selain itu PTFI juga akan memerhatikan pendidikan masyarakat sekitar pertambangan.

Tony juga menambahkan bahwa telah dilakukan pusat penelitian keanekaragaman hayati di dataran rendah pada wilayah seluas 100 ha. Kemudian PTFI juga telah membuat 12 buku tentang keanekaragaman hayati yang akan diberikan kepada siswa SD, SMP, dan SMA, serta menyediakan dan mengajak mereka ke konservasi PTFI yang berfokus pada keanekaragaman hayati Papua.

“Karena kami percaya lingkungan masyarakat di sekitar kita harus ikut bertumbuh bersama kami. Beberapa item Sustainable Development Goals (SDGs) itu sudah kita dukung dan lakukan termasuk keanekaragaman hayati dan pelestarian lingkungan,” jelasnya.

Pihaknya berharap jika setelah berakhirnya aktivitas penambangan pada tahun 2041 nanti, masyarakat sekitar akan melangsungkan kehidupan yang lebih baik lagi.

 

Penulis: Yuniar Novianti

Editor: Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !