image

"tambang tembaga"
Sumber gambar: shutterstock.com

Dunia Tambang / 7 July 2021 / 0 Komentar

International Tambang Tembaga 

Lima Tambang Tembaga Terbesar Dunia Mampu Geser Harga Tembaga

duniatambang.co.id - Tembaga, logam merah yang sangat konduktif ini dibutuhkan dalam pembuatan produk pada sistem elektrifikasi yang juga kerap digunakan sebagai bahan dasar produk pemanas, pendingin, pembangkit listrik, transmisi, aplikasi otomotif dan produk-produk lainnya karena juga diketahui memiliki kemampuan antimikroba.

Permintaan komoditas tembaga sebagai dampak dari transisi energi hijau telah memicu reli. Lima Tambang tembaga terbesar di dunia dalam hal produksi di tahun 2020 akan memainkan peran utama dalam menetapkan harga untuk dekade berikutnya. Siapa saja perusahaan tersebut?

Escondida, Chili - 1,173 Kt

Tambang tembaga Escondida di Chili tetap menjadi produsen tembaga teratas di dunia, jumlah produksinya melampaui angka satu juta ton dalam dua tahun terakhir. Ini merupakan penambangan terbuka konvensional yang memproses bijih sulfida dan oksida.

Lokasinya berada di Gurun Atacama utara yang gersang di ketinggian 3.050 m di atas permukaan laut, tambang ini mulai beroperasi pada akhir tahun 1990, dan kapasitasnya telah ditingkatkan dengan ekspansi bertahap selama bertahun-tahun.

Kompleks pertambangan ini merupakan perusahaan patungan antara BHP (57,5 persen), Rio Tinto (30 persen), konsorsium Jepang (10 persen) dan International Finance Corporation (2,5 persen).

Collahuasi, Chili - 629 Kt

Di tempat kedua ada tambang Collahuasi yang juga berada di sebelah utara Chili, sekitar 180km tenggara pelabuhan Iquique di ketinggian 4.400m. Terletak di area penambangan tembaga bersejarah, cadangan tembaga yang ada di tambang tersebut mulai diuraikan pada tahun 1991 setelah eksplorasi yang dilakukan oleh Shell, Chevron dan Falconbridge.

Dari penelitian terbaru dilaporkan bahwa tambang Collahuasi itu akan memiliki umur hingga 51 tahun dari tahun 2020, atau sampai dengan tahun 2070. Tambang tersebut dimiliki bersama oleh Anglo American (44 persen), Glencore (44 persen) dan Japan Collahuasi Resources (12 persen).

Morenci - 450 Kt

Di tempat ketiga ada Morenci, produsen tembaga terbesar di Amerika Utara yang lokasinya berada di Greenlee Country, Arizona. Morenci merupakan komplek penambangan terbuka yang telah beroperasi sejak tahun 1939, dan sebelumnya ditambang melalui penambangan bawah tanah.

Tambang ini dimiliki mayoritas oleh Freeport-McMoran (72 persen), Sumitomo Corp. Jepang (15 persen) dan Sumitomo Metal Mining (13 persen) memegang kepemilikan sisanya.

El Teniente - 443 Kt

Kemudian ada tambang tembaga bawah tanah terbesar di dunia, yakni El Teniente, yang terletak 80 km di selatan Santiago di pegunungan Andes, Chili. Cadangan tembaga di sana ditemukan pada awal abad ke-19 dan telah beroperasi sejak 1905. Dimiliki dan dioperasikan oleh perusahaan tembaga nasional Cile Coldeco. Saat ini perusahaan sedang melakukan proyek ekspansi ekstensif senilai USD3,4 miliar yang akan memperpanjang umur produksinya hingga 50 tahun.

Buenavista - 432 Kt

Di peringkat kelima adalah tambang tembaga terbuka Buenavista yang ada di Sonora, Meksiko, yang sepenuhnya dimiliki oleh anak perusahaan Grupo Mexico, Southern Copper Corp. Tambang ini telah berproduksi sejak 1899, dan ini adalah tambang tembaga tertua yang beroperasi di Amerika Utara, dan juga menjadi salah satu tambang dengan deposit tembaga porfiri terbesar di dunia.

Buenavista ditambang secara eksklusif melalui metode bawah tanah sampai akhirnya Anaconda Company memulai operasi tambang terbuka pada awal 1940-an.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Ocky PR.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar