Loading...
image

"Offshore drilling"
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 6 July 2021 / 0 Komentar

Energi Migas 

Pemerintah Rilis Aplikasi SKUP dan APDN Migas Untuk Kemudahan Berusaha di Sektor Migas

duniatambang.co.id - Semua sektor industri, baik dalam negeri maupun luar negeri terkena dampak Pandemi Covid-19 yang tidak kunjung habisnya. Maka dari itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan berbagai upaya untuk dapat memaksimalkan peluang di sektor minyak dan gas (migas), sebagai salah satu sektor penggerak ekonomi nasional. Salah satu upaya tersebut adalah dengan meresmikan Aplikasi Surat Kemampuan Usaha Penunjang (SKUP) Minyak dan Gas Bumi dan Apresiasi Produk Dalam Negeri (APDN) Migas untuk memudahkan kegiatan berusaha.

Tutuka Ariadji, Direktur Jenderal Migas dalam Peluncuran Aplikasi SKUP Migas di Jakarta pada Rabu (30/6/2021), mengatakan bahwa Aplikasi SKUP Migas tersebut merupakan salah satu sarana pemerintah dalam melakukan pembinaan dan pengawasan perusahaan penunjang migas pada daftar APDN Migas sebagai acuan pengadaan barang dan jasa pada sektor ini. Selain itu, aplikasi ini juga berfungsi sebagai sarana untuk melakukan impor barang operasi migas serta memberikan kemudahan berusaha bagi usaha penunjang migas. Aplikasi ini menawarkan berbagai fungsi seperti detail informasi legalitas perusahaan, sistem manajemen, spesifikasi produk, sertifikasi produk, nilai TKDN, kemampuan produksi, pengalaman suplai, kapasitas produk dan lainnya yang telah mampu dibuat oleh perusahaan barang dan/atau jasa dalam negeri.

Seperti dilansir dari web resmi Kementerian ESDM, bahwa sampai sekarang pemerintah telah menerbitkan SKUP kepada 234 perusahaan bidang industri penunjang migas dan 363 perusahaan jasa penunjang migas yang akan dipublikasikan pada laman APDN Migas yang sekaligus juga sebagai media promosi perusahaan dan produk barang dan/jasa dalam negeri.

Tutuka juga menambahkan bahwa sektor industri ini sedang mengalami banyak tantangan seperti adanya pergeseran tren operasi migas dari darat dan laut dangkal ke laut dalam sehingga membutuhkan barang operasi berteknologi tinggi, produk nasional yang belum bisa menyuplai kebutuhan operasi dan keterlambatan pengiriman yang dapat membuat tertundanya kegiatan industri. Tidak hanya itu, harga minyak dan gas yang tidak stabil, serta kontrak gross split yang menuntut harga produk nasional untuk lebih bersaing menjadi kendala tersendiri. Maka dari itu perlu adanya kerjasama yang baik antara pemeritah, dalam hal ini Kementerian ESDM, SKK Migas, KKKS, dan produsen dalam negeri untuk dapat meningkatkan produksi dan menciptakan produk yang berkualitas sehingga dapat memenuhi kebutuhan operasi migas agar dapat bersaing didunia global.

 

Penulis: Yuniar Novianti

Editor: Faris Primayudha

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar