Loading...
image

"Dokumentasi Kegiatan Webinar"
Sumber gambar: Dokumen Dunia Tambang

Dunia Tambang / 4 July 2021 / 0 Komentar

K3 dan Lingkungan HSE 

Menyadari Pentingnya Keselamatan Kerja Pertambangan

duniatambang.co.id – Keselamatan kerja adalah aspek yang vital pada berbagai bidang pekerjaan, terutama di dunia pertambangan. Prosedur keselamatan kerja pertambangan yang buruk sering kali mengakibatkan tingginya angka fatality di lapangan sehingga manajemen mining fatality perlu diadakan. Dalam acara Mining Fatalities: Poor HSE Management or Unavoided Natural Disaster yang diadakan oleh Dunia Tambang bekerjasama dengan Pamerindo (01/07/2021), dilakukan webinar mengenai seputar keselamatan kerja pertambangan di Indonesia yang dihadiri oleh pembicara dari berbagai segi, seperti industri, pemerintah, dan asosiasi profesional.

Pembicara dan Moderator Acara

Pembicara-pembicara dalam acara Mining Fatalities: Poor HSE Management or Unavoided Natural Disaster meliputi:

1. Dr. Lana Saria, S.Si, M.Si, selaku Direktur Teknik dan Lingkungan Minerba ESDM

2. Budiawansyah, ST, MKKK, selaku KTT PT Vale Indonesia/Vale HS and Risk Strategic APAC Region

3. Ir. Alwahono, MBA, MOHS, selaku Direktur Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia/APKPI

dan dimoderatori oleh Anton Sujarwo, selaku Ketua Forum KTT-PTL-PJO Sumatera Selatan

Kesehatan

Pertambangan Adalah Kegiatan yang Padat Resiko

Pertambangan menjadi salah satu sumber penerimaan negara, berkontribusi dalam pembangunan daerah, baik dalam bentuk dana bagi hasil, maupun program community development atau corporate social responsibility (CSR), … . Namun demikian, memang harus diakui pertambangan adalah suatu kegiatan yang sangat kompleks, padat modal, padat resiko, … sehingga memberikan dampak resiko yang tinggi berupa kecelakaan kejadian akibat tenaga kerja, serta penyakit akibat kerja. Oleh karenanya, makanya seluruh usaha pertambangan juga didalam regulasi yang dituangkan dalam UU Nomor 3 Tahun 2020 sebagai perubahan terhadap UU No. 4 Tahun 2009 maka setiap kegiatan pertambangan harus dilakukan dengan menerapkan kaidah teknik pertambangan yang baik, … .” diucapkan oleh Ibu Lana Sari.

Materi yang disampaikan oleh Ibu Direktur Teknik dan Lingkungan Minerba ESDM tersebut dalam kesempatan tersebut adalah tentang Kebijakan Pemerintah dalam Upaya Pencegahan Kecelakaan Pertambangan. Pada akhir sesi pemaparannya, diserukan kepada seluruh pihak pertambangan untuk menerapkan dan melakukan Good Mining Practice.

Kecelakaan Pertambangan adalah Diakibatkan oleh Poor Management System or Un-avoided Natural Disaster? Selalu Menjadi Perdebatan

Pada tahun 1990, dimana 9 orang meninggal akibat ledakan electric furnace #2 … . Pada Mei 2000 waste rock – overburden tambang – collapsed ke area Lake Wanagon, mengakibatkan gelombang air dan lumpur serta bebatuan menghantam lembah dibawahnya … . Pertanyaannya sekarang adalah apakah ini (disebabkan) karena poor management system or un-avoided natural disaster? Ini yang selalu menjadi perdebatan atau bahan diskusi yang menarik.” diucapkan oleh Bapak Budiawansyah.

Disampaikan oleh Bapak KTT PT Vale Indonesia/Vale HS and Risk Strategic APAC Region tersebut tentang Pengelolaan Resiko di Kegiatan Pertambangan dalam acara. Menurut Beliau, penting dalam merubah mindset mendalami kecelakaan yang terjadi khususnya fokus ke Major Risk Incident (material unwanted event- MUE) sehingga dibuat program khusus yang terarah dan fokus.

Hampir Semua Perusahaan Pertambangan Sudah Menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Kerja, Persoalannya Apakah Sistem Tersebut Sesuai?

Hampir semua perusahaan-perusahaan yang cukup besar dan beberapa perusahaan-perusahaan kecil pertambangan Indonesia sudah menerapkan sistem (manajemen keselamatan kerja). Namun, persoalan berikutnya apakah sistem tersebut efektif dan sesuai? Apakah sistem yang dibangun hanya sekedar memenuhi regulasi? Atau sistem yang sesuai dengan kebutuhan oleh organisasi dan perusahaan?” ujar oleh Bapak Alwahono.

Dalam kesempatan acara Mining Talk itu, Bapak Direktur Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia/APKPI menyampaikan materinya tentang Resilient Management System. Beliau menyampaikan Resilient Management  dapat didefinisikan sebagai kemampuan manajemen untuk mencegah atau beradaptasi dengan kondisi yang berubah untuk mempertahankan (mengendalikan) kinerja organisasi sistem atau kinerja sistem dan pada konsep ini pandangan pencegahan kecelakaan lebih menekankan kepada “best safety performance” dibandingkan dengan output “zero accident”.

Dengan semakin berkembangnya proses pertambangan kedepannya, maka diperlukan juga upaya yang lebih ketat dan fokus dalam hal keselamatan kerja pertambangan. Oleh karena itu, penting untuk senantiasa dalam menjadikan keselamatan kerja pertambangan dalam posisi pertama ketika baik bekerja maupun memenejemen proses pertambangan yang berlangsung.

 

Penulis: Dartwin

 

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar