Loading...
image

"Batubara"
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 4 July 2021 / 0 Komentar

Energi PLTU 

Proyek PLTU Sumsel 8 Capai 84 Persen, PTBA Genjot Produksi dan Penjualan

duniatambang.co.id - Perkembangan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap mulut tambang Sumsel 8, yang dilakukan oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA) terus menunjukkan capaian positif. Proyek ini merupakan perwujudan dari komitmen perusahaan dalam program hilirisasi batu bara yang telah ditekankan pemerintah beberapa waktu yang lalu.

Progres pembangunan PLTU Sumsel 8 yang telah menghabiskan biaya mencapai Rp24 triliun itu telah mencapai 84 persen. Diyakini bahwa PLTU tersebut bisa mulai memasuki tahap operasional pada kuartal pertama tahun depan. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Bukit Asam, Apollonius Andwie C.

“PTBA sedang menuntaskan proyek pembangunan PLTU Mulut Tambang Sumsel 8. Perkembangannya saat ini sudah mencapai sekitar 84 persen dan ditargetkan untuk bisa mulai beroperasi pada kuartal pertama tahun 2022,” ungkap Apollonius.

Proyek PLTU dengan kapasitas mencapai 2 x 620MW itu adalah bagian dari proyek 35 ribu MW yang dibangun oleh Bukit Asam lewat PT Huadian Bukit Asam Power (PT HBAP) selaku pihak yang menjadi pengembang listrik atau Independent Power Producer (IPP).

Sebagai informasi, Huadian Bukit Asam Power adalah perusahaan konsorsium yang dibentuk oleh Bukit Asam yang bekerja sama dengan perusahaan asal Cina, China Huadian Hongkong Company Ltd. Dalam kegiatan operasionalnya nanti, diperkirakan PLTU Sumsel 8 akan menyerap sebanyak 5,4 juta ton batu bara setiap tahun.

Sementara itu, produksi batu bara Bukit Asam sampai dengan kuartal pertama tahun 2021 jumlahnya telah mencapai 4,5 juta ton dan penjualan mencapai 5,9 juta ton. Pihak perusahaan menargetkan untuk meningkatkan volume produksi pada tahun ini dari yang sebelumnya 24,8 juta ton pada tahun lalu, menjadi 29,5 juta ton. Itu juga termasuk untuk target penjualan batu bara dari 26,1 juta ton pada tahun 2020 lalu,  menjadi 30,7 juta ton untuk tahun ini.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Ocky PR.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar