Detail Berita


Menengok Perkembangan Pabrik Baterai Mobil Listrik Indonesia


"Sistem elektrik mobil listrik"
Sumber gambar: shutterstock.com


Tanggal terbit: 01-07-2021

duniatambang.co.id - Perkembangan industri baterai Indonesia terus berjalan. Salah satu langkah awal dan signifikan yang telah dilakukan pemerintah Indonesia dengan investor adalah pembangunan pabrik baterai mobil listrik. Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengumumkan bahwa pabrik sel baterai untuk mobil listrik di Indonesia akan mulai dibangun akhir Juli 2021. Pabrik sel baterai tersebut direncanakan untuk mulai beroperasi di tahun 2023.

Calon pabrik baterai mobil listrik pertama di Indonesia ini merupakan proyek investasi antara perusahaan asal Negeri Ginseng, LG, dan PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC). Menurut Bahlil, pabrik tersebut akan mampu memiliki kapasitas produksi sebesar 10 Gigawatt per jam.

Lebih lanjut lagi, Bahlil menjelaskan bahwa pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia direncanakan dimulai dari bagian hilir hingga ke hulu. Alasan pemerintah sengaja melakukan strategi tersebut adalah mencegah ekspor bahan baku setengah jadi jikalau pembangunan industri kendaraan listrik dimulai dari hulu.

Pembangunan pabrik ini merupakan bagian dari investasi pembangunan industri baterai listrik terintegrasi yang digadang-gadang menjadi proyek investasi kendaraan listrik terbesar di dunia hingga saat ini. Nilai investasi tersebut mencapai 9.8 miliar dolar AS atau 142 triliun rupiah. Pihak investor dalam proyek ini pun, LG, merupakan pelaku yang terkemuka dalam belantika kendaraan listrik global. Bahlil pun mengungkapkan bahwa proyek baterai listrik ini adalah yang terbesar di Indonesia pasca reformasi.

Sementara itu, kabar baik terkait industri baterai listrik juga datang dari Maluku Utara. Pabrik bahan baku baterai kendaraan listrik mulai masuk fase produksi di Kawasi, Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Pabrik ini merupakan pabrik pertama di Indonesia yang memproduksi MHP (Mixed Hydroxide Precipitate) – campuran padatan hidroksida dari nikel dan kobalt. Pabrik ini dibangun dengan kapasitas produksi sebesar 365 ribu ton per tahun.

Pabrik yang dikelola oleh Harita Group dan termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) ini mengolah MHP, yakni produk perantara dari proses pengolahan dan pemurnian nikel kadar rendah sebelum diproses lebih lanjut menjadi nikel sulfat dan kobalt sulfat. Selain pabrik bahan baku, Harita juga sedang mengembangkan fasilitas produksi lanjutan yang menghasilkan nikel sulfat dan kobalt sulfat, yang merupakan material utama baterai kendaraan listrik.

Baca juga: Pabrik Bahan Baku Baterai Kendaraan Listrik Pertama  di Indonesia Resmi Beroperasi

Peresmian operasi pabrik ini dihadiri oleh sejumlah jajaran pemerintah, salah satunya Menko Marvest Luhut Binsar Panjaitan. Dikutip dari laman yang sama, Luhut mengungkapkan, bahwa peresmian pabrik bahan baku tersebut menjadi saksi sejarah pendirian HPAL di Indonesia serta menjadi pengembangan hilirisasi ke depan dan mendukung kendaraan listrik.

Luhut mengatakan bahwa proyek ini merupakan asset bangsa yang akan mempercepat pembangunan daerah yang harus dilindungi beserta lingkungan yang akan terdampak. Beliaupun menyebutkan mengenai dampak positif pabrik ini terhadap penyerapan tenaga kerja, “Industri ini akan menyerap lebih dari 20 ribu tenaga kerja nantinya” ucap Luhut. Bupati Halmahera Selatan Usman Sidik mengatakan bahwa sumber daya sekaligus industri nikel di wilayahnya mampu meningkatkan pembangunan daerah.

Pembangunan pabrik diharapkan akan sangat bermanfaat untuk peningkatan pertumbuhan dan pemerataan pembangunan, terutama di area-area selain Indonesia Barat, sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

Penulis: Dzaky Irfansyah

Editor: Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !