Detail Berita


Bangun Smelter Nikel, Vale Kerjasama Dengan Dua Perusahaan Asal Cina


"Smelter"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 28-06-2021

duniatambang.co.id - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) bekerja sama dengan dua mitranya yang merupakan perusahaan asal Cina. Pihaknya menargetkan terjadinya definitive agreement dalam proyek pembangunan smelter sehingga nantinya proses perjanjian kerja sama itu bisa selesai dalam enam bulan mendatang. Pihak Vale Indonesia juga mengatakan bahwa untuk smelter Bahodopi yang ada di Sulawesi Tengah, saat ini dalam proses penyelesaian perjanjian kerja sama.

Nantinya, setelah menyelesaikan proses definitive agreement, tentunya setelah menjajaki proses lending dan kajian teknis, kedua belah pihak akan kembali duduk bersama guna mengambil final investment decision.

Jika semua proses tersebut bisa berjalan dengan lancar tanpa ada sesuatu halangan, maka setelahnya kedua belah pihak bisa mulai melakukan kegiatan konstruksi yang diperkirakan bisa memakan waktu 24 sampai 36 bulan lamanya. Sementara untuk pembangunan smelter tersebut dan dampaknya terhadap pendapatan perusahaan, pihak Vale Indonesia masih belum bisa mengungkap perkiraan, karena mereka harus terlebih dahulu berkomunikasi dengan rekan bisnisnya.

Adapun dua perusahaan mitra asal Cina itu adalah Taiyuan Iron & Steel Group Co. Ltd Taigang dan Shandong Xinhai Technology Co. Ltd Xinahi. Kedua perusahaan itu resmi melakukan penandatangan perjanjian dalam kerja sama pembangunan fasilitas pengolahan nikel Bahodopi dengan Vale Indonesia.

Proses penandatanganan perjanjian kerja sama itu dilakukan oleh wakil Vale Indonesia yakni CEO Febriany Eddy, Presiden Taigang Wei Chengwen dan juga Ketua Xinhai Technology Wang Wenlong. Penandatanganan perjanjian itu digelar di Shanghai, Cina.

Nantinya, Vale Indonesia dan dua perusahaan asal Cina itu sepakat untuk membentuk perusahaan patungan atau Joint Venture guna membangun smelter nikel di Xinhai Industrial Park, Morowali, Sulawesi Tengah. Lebih lanjut, akan ada delapan lini pengolahan feronikel yang akan dibangun, dengan perkiraan jumlah produksi yang bisa mencapai angka 73 ribu metrik ton nikel untuk setiap tahunnya. Itu juga termasuk pembangunan sejumlah fasilitas pendukung.

Sementara untuk kesepakatan pembagian saham, Vale Indonesia akan miliki sebanyak 49 persen saham, dan kedua perusahaan mitra miliki 51 persen saham dari perusahaan patungan tersebut.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !