Detail Berita


Cofiring PLTU Tingkatkan Skala Ekonomi Biomassa


"PLTU Pelabuhan Angin"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 27-06-2021

duniatambang.co.id - Pemerintah berupaya meningkatkan penggunaan biomassa sebagai bagian bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) untuk kontribusi energi terbarukan pada bauran energi nasional. Sahid Junaidi, selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), dalam acara Launching Go Live Komersial Cofiring PLTU Indramayu, PLTU Paiton 9 dan PLTU Tanjung Awar Awar yang diselenggarakan secara daring pada Senin (21/6/2021), mengatakan bahwa Implementasi Cofiring PLTU ini juga sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menuju net zero emission di masa mendatang. Tidak hanya itu, hal ini juga akan meningkatkan pengembangan ekonomi kerakyatan karena dapat menambah lapangan kerja dan peluang bisnis di sektor biomassa khususnya yang berbasis sampah dan limbah.

Cofiring merupakan penambahan biomassa sebagai bahan bakar pengganti parsial kedalam PLTU batubara. Biomassa ini dapat berasal dari limbah pertanian, limbah industri pengolahan kayu, limbah rumah tangga, serta tanaman energi seperti pohon Kaliandra, Gamal dan Lamtoro. Dilihat dari sumbernya, biomassa ini mungkin akan mudah didapatkan, namun hal itu juga sebagai tantangan untuk dapat mempertahankan pasokan bahan baku dengan tetap memerhatikan aspek keekonomian.

Sahid juga menambahkan, bahwa Ditjen EBTKE mendukung upaya yang dilakukan PLN dalam mencari peluang dalam memanfaatkan biomassa, melakukan komitmen dengan pemasok biomassa besar perti Perhutani, PTPN, dan Shang Hyang Seri, juga dalam mendukung perkembangan pasar biomassa skala menengah dan kecil. Ia juga berharap agar program Cofiring PLTU ini menjadi program berkelanjutan dengan terus meningkatkan persentase biomassa pada bahan bakarnya.

Hingga Juni 2021, Cofiring PLTU atau pencampuran biomassa dan batubara ini sendiri sudah berhasil dilakukan pada 17 PLTU dan dapat menghasilkan energi hijau dari ekivalen kapasitas pembangkit 189 Mega Watt. Sebanyak 12 PLTU tersebut berada di Pulau Jawa, dan 5 PLTU lainnya berada di luar Pulau Jawa yang dikelola oleh anak perusahaan PLN yaitu, PT Indonesia Power dan PT Pembangkitan Jawa Bali.

 

Penulis: Yuniar Novianti

Editor: Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !