Detail Berita


Kementerian ESDM Rilis Program Patriot Energi Untuk Meningkatkan Bauran EBT


"Gedung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral"
Sumber gambar: esdm.go.id


Tanggal terbit: 21-06-2021

duniatambang.co.id - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun ini kembali menjalankan Program Patriot Energi yang sebelumnya pernah dijalankan pada tahun 2015 – 2016 dalam mendorong keterlibatan generasi muda dalam pendampingan, pengembangan, pembangunan, dan pengelolaan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) secara berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi EBT setempat.

Program Patriot Energi ini adalah program untuk generasi muda yang nantinya akan memberikan akses listrik kepada masyarakat, khususnya yang berada di daerah Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Wilayah Transmigrasi. Program ini akan menjaring 100 orang untuk membantu program de-Dieselisasi PT PLN (Persero) dan membantu kemandirian listrik desa.

Arifin Tasrif selaku Menteri ESDM, dalam kesempatannya secara daring “Libatkan Pemuda Berikan Akses Energi, Kementerian ESDM Kembali Launching Patriot Energi” pada hari Jumat (18/6/2021) lalu menjelaskan bahwa pemuda yang direkrut dalam Program ini akan dilatih dan dididik agar memiliki 4 komperensi dasar, yaitu kompetensi teknis, kompetensi kejuangan, kompetensi kerakyatan, dan kompetensi keikhlasan yang mampu bekerja di lapangan dengan kondisi yang akan menyesuaikan daerah tertuju. Selain itu, peserta program juga akan dibekali kemampuan untuk dapat mengedukasi masyarakat tentang EBT dan mampu mempersiapkan organisasi pengelola fasilitas pembangkit EBT yang diharapkan akan terus memberikan manfaat yang berkelanjutan untuk masyarakat.

Arifin juga menambahkan bahwa selain Kementerian ESDM, peserta program terdidik tersebut juga dapat membantu semua pihak yang membutuhkan, terkait pengembangan pembangkit EBT. Hal ini untuk mendukung peningkatan bauran EBT, di mana bauran energi pada bauran energi primer nasional tahun 2020 hanya mencapai 11,2%, sedangkan target bauran energi untuk 2025 adalah 23% sebagaimana dalam Kebijakan Energi Nasional.

Program lain yang sedang dijalankan oleh Kementerian ESDM guna mencapai target tersebut yaitu:

  1. Melakukan substitusi energi primer dengan tetap menggunakan eksisting teknologi seperti program B30, cofiring dan pemanfaatan Refused Derivative Fuel (RDF)
  2. Konversi energi primer fosil melalui penggantian PLTD atau PLTU dengan pembangkit EBT, biogas dan pellet untuk memasak
  3. Penambahan kapasitas pembangkit EBT untuk memenuhi demand baru dengan fokus pengembangan PLTS
  4. Pemanfaatan EBT non listrik/non BBN seperti briket dan pengeringan produk pertanian biogas.

Pada periode sebelumnya, program ini mampu mencetak 160 generasi muda terdidik melalui Direktorat Jenderal EBTKE yang bekerja sama dengan Inisiatif Bisnis oleh Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) dengan pembiayaan APBN. Kemudian peserta tersebut ditugaskan di 160 desa, di 39 Kabupaten yang tersebar di 18 Provinsi, mulai dari  Kepulauan Mentawai hingga Keerom, Papua selama 5 – 12 bulan.

 

Penulis: Yuniar Novianti

Editor: Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !