Detail Berita


Tahun Ini PP Presisi Bidik Tiga Kontrak Jasa Pertambangan Nikel Baru


"Ilustrasi dua orang berjabat tangan"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 21-06-2021

duniatambang.co.id - PT PP Presisi Tbk (PPRE) tahun ini menargetkan adanya penambahan tiga kontrak baru untuk jasa pertambangan nikel. Sebagai informasi, perusahaan sampai dengan bulan Mei 2021 telah berhasil mengantongi kontrak baru yang nilainya mencapai Rp22 triliun. Adapun dari sejumlah kontrak baru yang berhasil didapatkan itu, dua di antaranya yakni proyek jasa tambang nikel di Morowali dan juga proyek pembangunan jalan hauling serta stockyard Weda Bay Nickel.

Atas capaian tersebut, PP Presisi semakin percaya diri untuk semakin meningkatkan jumlah tambahan kontrak baru lagi setidaknya sebanyak tiga kontrak sampai dengan akhir tahun 2021. Pihaknya menjelaskan lebih lanjut bahwa saat ini tiga proyek baru yang sedang dibidik itu berada di Morowali Utara dan Halmahera, di mana salah satunya adalah tambang nikel terbesar yang ada di Indonesia saat ini.

Ketiga proyek tambang yang baru itu perusahaan bisa mengantongi setidaknya Rp1,5 triliun, yang akan digunakan untuk mendukung kontribusi lini bisnis jasa pertambangan PP Presisi yang ditargetkan mencapai 20 persen dari target pendapatan tahun ini.

Di tempat terpisah, Direktur Operasi PP Presisi Darwis Hamzah juga mengatakan bahwa pihaknya tidak hanya membidik tiga sektor jasa tambang itu saja, melainkan juga tengah mengincar sejumlah proyek pembangunan infrastruktur. Dalam hal ini, perusahaan akan berperan sebagai kontraktor utama, sehingga nantinya target bisa terlampaui lebih dari Rp3,7 triliun, di mana jumlah itu mengalami peningkatan sebanyak 32 persen dibandingkan pencapaian tahun 2020.

Sementara itu, pendapatan PP Presisi sendiri sampai dengan kuartal pertama tahun ini diketahui sudah sebesar 20 persen atau Rp665,6 miliar dari target yang seharusnya di angka Rp3,4 triliun.

Guna mendukung peningkatan perolehan kontrak baru tersebut dan juga percepatan kegiatan produksi, PP Presisi saat ini tengah menggelar kajian untuk menyesuaikan belanja modal atau capex hingga lebih dari Rp600 miliar. Mayoritas belanja modal itu akan dimanfaatkan untuk mendukung sejumlah proyek pekerjaan sipil dan juga jasa pertambangan.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !