Detail Berita


PT Timah Tbk Komitmen dalam Kegiatan Reklamasi Pasca Tambang


"PT Timah Tbk"
Sumber gambar: eksplorasi.id


Tanggal terbit: 17-06-2021

duniatambang.co.id - Kelestarian alam dan lingkungan adalah aspek yang penting di industri pertambangan. Hal inilah yang coba diupayakan oleh PT Timah Tbk (TINS). Perusahaan pun menyatakan komitmennya sebagai bentuk perwujudan tanggung jawab atas aspek lingkungan di setiap jaringan usaha, baik itu dalam konteks lingkungan maupun sosial.

Sejak tahap awal kegiatan operasional, TINS terus berupaya untuk bisa memastikan pengelolaan terkait dampak lingkungan sampai dengan kegiatan pasca penambangan. Sehingga diharapkan perusahaan tidak hanya berkontribusi dalam sisi ekonomi saja, tetapi juga pada sosial dan lingkungan secara berkelanjutan ke depannya.

Salah satunya adalah dengan selalu melakukan pembaruan izin pengelolaan lingkungan yang telah menjadi syarat mutlak regulasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Nantinya, proses pembaruan izin lingkungan tersebut akan dijelaskan oleh perusahaan lewat Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan juga Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL).

Ketiga hal itulah yang selama ini juga telah menjadi acuan pengelolaan dan pemantauan dampak lingkungan sehingga masalah dampak buruk kegiatan pertambangan bisa dikurangi sementara dampak positifnya bisa semakin ditingkatkan.

Lebih lanjut, TINS selama ini juga terus berupaya memenuhi tanggung jawab atas lingkungan lewat kegiatan reklamasi. Beberapa langkah yang telah dilakukan perusahaan seperti kegiatan penenggelaman 3.105 unit fish shelter dan juga 1.475 unit transplantasi karang yang telah dilakukan sejak tahun 2016 di seluruh daerah operasional perusahaan. Seperti di wilayah Pulau Pemain, Pantai Gunung Namak, Pulau Panjang, Karang Aji, Karang Tanjung Ular, Perairan Matra, Karang Kering Rebo, Karang Melantut, Pulau Putri dan Tanjung Melala.

Dalam kegiatan reklamasi pasca kegiatan penambangan itu, pihak TINS juga mengajak masyarakat sekitar, yang bertujuan tidak hanya mempererat hubungan dengan warga lokal namun lebih utamanya adalah untuk meningkatkan perekonomian warga.

Kegiatan reklamasi itu tidak hanya dilakukan di wilayah laut saja, tetapi juga di daerah daratan, yang dilakukan secara terintegrasi. Misalnya seperti yang dilakukan di Kampoeng Reklamasi Air Jangkang yang berada di Kabupaten Bangka, kemudian Kampoeng Reklamasi Selinsing yang lokasinya berada di Kabupaten Belitung. Pembangunan kampung reklamasi itu dilakukan perusahaan dengan mengusung konsep edu ecotourism.

Selain itu, TINS menggelar kegiatan reklamasi dengan bentuk selain di atas, yakni dengan memanfaatkan lahan bekas tambang sebagai fasilitas umum, di mana yang menjadi target utama perusahaan adalah untuk sarana pendidikan.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !