image

"Wisata Selo Tirto Giri"
Sumber gambar: disparbud.gresikkab.go.id

Dunia Tambang / 17 June 2021 / 0 Komentar

Wisata Kapur 

Omset Hingga Miliaran, Lahan Bekas Tambang Kapur Sukses Jadi Destinasi Wisata

duniatambang.co.id - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur sukses menyulap lahan pasca tambang menjadi destinasi wisata yang sangat menggiurkan. Pasalnya, wisata Selo Tirto Giri (Setigi) yang berada di Desa Dekapuk Kecamatan Ujung Pangkah, Gresik ini dapat menghasilkan omset hingga miliaran rupiah. Tempat rekreasi dengan lahan seluas 5 hektar ini, menawarkan panorama alam bukit kapur dengan banyak bentuk goa yang terjadi akibat aktivitas pertambangan puluhan tahun lalu. Wisatawan yang datang tidak hanya berasal dari warga lokal saja, pemandangan alam yang ditawarkan Setigi juga mampu mengundang wisatawan mancanegara.

Baca juga: Pariwisata Tambang: Perwujudan dari Tambang Berkelanjutan

Desa Dekapuk tahun lalu berhasil mendapatkan penghargaan Desa Brilian terbaik se Indonesia oleh Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa dan Kementerian BUMN karena telah menjadi salah satu Desa terbaik dalam mengelola pemerintahan desa dan BUMDes.

Beberapa objek wisata yang ditawarkan adalah berbagai patung yang dibuat khusus untuk mempercantik lahan pascatambang ini, museum, rumah-rumah adat, pasar kuliner, hingga pondok-pondok sebagai tempat istirahat untuk wisatawan. Selain itu, terdapat danau buatan yang indah dan tebing kapur sebagai objek utama wisata alam Setigi ini.

Tiket masuk yang sangat ramah di kantong ini membuat para wisatawan tersanjung dengan panorama alam yang mereka dapatkan. Hanya dengan Rp. 15.000 dapat menikmati keseksian wisata alam yang dikelola dengan sangat baik ini dari mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB.

Mengutip dari detik.com, Abdul Halim, selaku Kepala Desa Sekapuk Gresik yang memiliki gagasan wisata Setigi ini mengatakan bahwa sebelum menjadi tempat wisata, lahan bekas tambang yang sudah tidak beroperasi sejak 2003 silam ini telah menjadi tempat pembuangan sampah oleh warga. Bahkan tumpukan sampah itu bisa mencapai 12 – 14 meter. Halim mengaku, butuh 9 - 10 bulan untuk dapat membersihkan lahan. Hingga pada awal tahun 2019, pembangunan danau buatan baru bisa direalisasikan dan pada tanggal 1 januari 2020 wisata Setigi dapat dinikmati masyarakat.

Kesuksesan besar ini diikuti dengan peningkatan taraf hidup masyarakat setempat, mengingat lebih dari 60 karyawan Setigi merupakan tenaga asli dari Desa Sekapuk.

Walaupun awalnya terkendala oleh pandemi Covid-19, namun wisata ini tetap dikelola dengan baik. Hal itu disampaikan oleh salah satu pengunjung yang memuji kebersihan wisata alam ini. Selain itu protokol kesehatan di area ini sangat ditegaskan, dari mulai pengecekan suhu tubuh pengunjung, penyediaan handsanitizer dan tempat cuci tangan hingga petugas satgas mandiri yang selalu mengingatkan pengunjung untuk mematuhi prokes yang telah ditentukan.

Hebatnya lagi, selama kurang dari satu tahun waktu operasi, tempat rekreasi ini mampu meraup omset lebih dari 5 miliar rupiah.

"Setelah PSBB kita buka dan alhamdulillah hasilnya luar biasa dan selama satu tahun memperoleh omset Rp 5,2 miliar, itu perjalanan setahun dipotong 3 bulan libur," ungkap Halim.

 

Penulis: Yuniar Novianti

Editor: Mayang Sari

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar