Loading...
image

"Dua pekerja berjabat tangan di lapangan"
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 16 June 2021 / 0 Komentar

Energi Metan Hidrat 

Metan Hidrat, Sumber Energi Masa Depan Indonesia?

duniatambang.co.id - Seiring meningkatnya kebutuhan akan energi dalam negeri, mendorong pihak pemerintah, khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mencari potensi energi baru. Keterbatasan sumber energi konvensional menjadi pendorong untuk menemukan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang lebih ramah lingkungan.

Pada tahun 2004, Indonesia telah melakukan penelitian dan menemukan adanya potensi cadangan metan hidrat, sumber energi dibidang minyak dan gas (Migas) yang diperkirakan mencapai lebih dari 850 Trillion Cubic Feet (Tcf). Maka dari itu, pemerintah telah mengatur eksplorasi dan ekploitasi gas hidrat nasional dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 05 Tahun 2012 tentang Tata Cara Penetapan dan Penawaran Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi Non Konvensional.

Dalam kesempatannya pada Webinar “Legal and Policy Framework for the Development of Offshore Methane Hydrate as the Indonesia’s Future Transitional Clean Energy” selasa (8/6) lalu, Arifin Tasrif selaku Menteri ESDM menyatakan bahwa, jumlah potensi metan hidrat tersebut setara dengan delapan kali cadangan gas alam saat ini, yang diharapkan akan menjadi sumber energi alternatif yang akan mendukung sumber energi nasional.

Arifin juga menambahkan bahwa, pengembangan di mana ekstraksi dan produksinya sendiri harus segera dikembangkan, karena dapat menjadi salah satu sumber pendapatan nasional yang dapat berperan dalam bauran energi dimasa depan. Namun diperlukan analisis hukum dan kebijakan yang terintegrasi untuk dapat memastikan pengembangan potensi energi baru ini dapat sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengembangan metan hidrat ini antara lain dengan mempertimbangkan karakter fisik gas hidrat, isu lingkungan hidup, teknologi dalam mengekstraksi metan hidrat, nilai keekonomiannya, serta kemampuan industri hulu migas nasional.

Sementara itu, Tutuka Ariadji, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) menjelaskan bahwa, dari data survei awal tahun 2004 tersebut, potensi energi non konvensional tersebut berada di dua lokasi utama, yaitu di perairan selatan Sumatera sampai kea arah barat laut Jawa sebesar 625 Tcf dan di Selat Makassar sebanyak 233,3 Tcf. Lalu selain di dua lokasi utama tersebut, potensi energi ini juga tersebar di beberapa wilayah Indonesia, yaitu di daerah lepas pantai Simeuleu, Palung Mentawai, Selat Sunda, Busur Depan Jawa, Lombok Utara, Selat Makassar, Laut Sulawesi, Aru, Misool, Kumawa, Wigeo, Wokam, dan Saawati.

Dengan adanya harapan baru dalam terobosan dibidang energi ini, Arifin mengharapkan adanya dukungan dari berbagai pihak seperti stakeholder, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mewujudkan transisi energi, dari pemanfaatan energi fosil menjadi EBT. Salah satu terobosannya yaitu potensi pemanfaatan gas metan hidrat untuk mendukung ketahanan energy nasional sekaligus penurunan penggunaan Gas Rumah Kaca.

 

Penulis: Yuniar Novianti

Editor: Faris Primayudha

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar