image

"Formasi batuan "
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 16 June 2021 / 0 Komentar

Mineral Teknologi Digital 

Komoditas yang Akan Cerah di Era Transisi Digital dan Ramah Lingkungan Menurut Fitch Solutions

duniatambang.co.id - Laporan terbaru dari Fitch Solutions memperkirakan bahwa ada sejumlah komoditas tambang konvensional yang akan mendapatkan dorongan tambahan hingga 20 tahun ke depan, karena menjadi komoditas utama dalam transisi digital dan ramah lingkungan.

Beberapa diantaranya adalah tembaga, timah, nikel, aluminium, tanah jarang, bersama dengan litium dan kobalt, yang diperkirakan akan mengalami lonjakan permintaan sangat drastis beberapa tahun mendatang di tengah revolusi baterai.

Di saat sektor pertambangan dan pemurnian untuk logam dasar tradisional seperti tembaga, nikel, timah dan aluminium sudah dianggap telah mapan, tercatat bahwa sektor pertambangan untuk litium dan kobalt akan berkembang dengan cepat di tahun-tahun mendatang dan pasar ini akan menjadi sangat matang.

Namun sayangnya, beberapa komoditas itu juga akan memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan lainnya dalam hal penurunan permintaan. Di antaranya adalah batubara kokas dan juga batu bara thermal.

Dalam pandangan para analis pasar, penelitian dan pengembangan ekstensif untuk meningkatkan efisiensi, biaya dan keberlanjutan baterai akan mengarah pada perkembangan yang bergerak cepat dalam jenis kimia baterai, dengan kobalt yang juga akan memegang peranan penting seperti yang ditargetkan oleh banyak pelaku pasar di sepanjang rantai pasokan baterai, yang menargetkannya untuk dikurangi atau dihapus sepenuhnya dari baterai, mengingat peningkatan risiko keberlanjutan atau Environmental, Social and Governance (ESG) yang terkait dengan komoditas tersebut.

Menurut Fitch, selain masalah ESG seputar produksi kobalt, logam dan juga tanah jarang juga diperkirakan akan mengalami kerentanan pasokan baik karena konsentrasi produksi di titik panas geopolitik atau masalah keberlanjutan.

Penelitian tersebut juga memperkirakan prospek permintaan yang cerah untuk logam sisa sebagai bahan daur ulang dan penggunaan EAF (Electric Arc Furnaces), yang membutuhkan logam sisa yang akan meningkat secara signifikan selama 10 tahun ke depan.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Faris Primayudha

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar