Detail Berita


Harum Energy Targetkan Operasional Tambang Nikel Baru di Semester II 2022


"Nikel Ore"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 14-06-2021

duniatambang.co.id - PT Harum Energy Tbk menargetkan tambang nikel yang mereka miliki untuk bisa mulai beroperasi secara komersial di semester kedua tahun 2022 nanti. Adapun tambang nikel tersebut dimiliki perusahaan lewat PT Tanito Harum Nickel (THN) di PT Position, yang telah mengantongi Izin Usaha Pertambangan IUP untuk komoditas nikel di Weda Bay dan luas konsesinya mencapai 4.000 hektar.

Sebelumnya, untuk mendapatkan kepemilikan tambang nikel tersebut, Harum Energy telah memborong saham sebanyak 24.287 dari Aquila Nickel Pte Ltd. Jumlah tersebut diketahui sebanyak 51 persen dari total keseluruhan saham yang harganya waktu itu berada di level USD80 juta, di akhir Januari kemarin.

Lebih lanjut pihak Harum Energy melalui Direktur Utamanya, Ray A. Gunara menginformasikan bahwa progres dari tambang nikel tersebut masih berada di tahap pra operasional. Target yang telah ditetapkan perusahaan adalah tambang tersebut bisa mulai melakukan kegiatan produksi secara komersial di semester kedua tahun 2022 mendatang.

Saat ini, perusahaan juga mengungkapkan sedang menunggu proses pembangunan smelter nikel di PT Infei Metal Industry yang dimiliki melalui PT THN. Sebagai informasi, saham yang dimiliki PT THN di PT Infei Metal Industri itu diketahui telah bertambah menjadi 24,5 persen dari total keseluruhan saham. Itu setelah perusahaan melakukan pembelian saham sebanyak 259.603 pada pertengahan Februari kemarin di harga USD68,6 juta.

Pihaknya mengatakan bahwa tahap konstruksi smelter tersebut sudah dimulai pada akhir tahun 2020 lalu, dan Harum Energy menargetkan kegiatan operasional bisa dilakukan mulai kuartal pertama tahun depan. Smelter tersebut akan dioperasionalkan untuk mengolah bijih nikel yang dipasok dari tambang PT Position dan dijadikan sebagai Nickel Pig Iron atau NPI.

Harum Energy berharap jika smelter itu nantinya akan memberikan kontribusi besar terhadap kinerja keuangan perusahaan di tahun 2023. Ini juga sejalan dengan prospek harga nikel dunia yang diyakini akan semakin tinggi, dan sebanding dengan kontribusi dari sektor batu bara sekarang ini.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !