Detail Berita


Harga Batubara Melonjak, Indeks Harga Konsumen Tetap Stabil


"Batubara"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 11-06-2021

duniatambang.co.id - Harga batubara untuk pengiriman Juli 2021 di Comex menyentuh angka USD 116,75 per ton pada selasa (5/6/2021). Nilai tersebut merupakan harga tertinggi batubara sejak tahun 2008. Tidak hanya itu, harga minyak WTI juga naik sebesar 0,44% pada rabu (9/6/2021) menjadi USD 70,36 per barel.

Menurut Iris Pang, Kepala Ekonom Ing Bank Nv untuk Greater China, adanya kenaikan harga batubara yang begitu tinggi, diperkirakan akan memberikan pengaruh inflasi konsumen pada kuartal keempat tahun ini. Hal ini disebabkan kenaikan harga dilevel konsumen tidak dapat sepenuhnya diteruskan ke konsumen, dikarenakan adanya persaingan yang ketat diantara bisnis kecil.

Selain itu, pada rabu (9/6/2021), Dong Lijuan, Biro Statistik Nasional China juga menyatakan bahwa indeks harga produsen dan indeks harga konsumen mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. Kenaikan indeks harga produsen yang terus melaju ini menyentuh 9%, lebih tinggi 1,5% dari perkiraan median dalam survei Bloomberg terhadap para ekonom. Sedangkan indeks harga konsumen hanya meningkat 1,3% saja, dari perkiraan awal sebesar 1,6%.

Lijuan juga menambahkan bahwa, harga komoditas seperti minyak mentah internasional, bijih besi dan logam non ferrus yang terus naik mengakibatkan harga produk industri China ikut mengalami kenaikan pada bulan Mei.

Adanya kenaikan harga komoditas tahun ini, membuat pihak pemerintah China mengambil beberapa langkah seperti mengontrol harga batubara, memperbesar pasokan bahan baku, menindak spekulasi dan penimbunan untuk mengekang laju kenaikan harga tersebut.

Meski begitu, inflasi konsumen masih relatif stabil. Hal ini diperkirakan karena permintaan konsumen domestik masih cenderung rendah, sehingga membuat paritel China harus menyerap kenaikan biaya itu sendiri. Tidak hanya itu, menurut Pang, permintaan konsumen dalam beberapa bulan mendatang diperkirakan akan mengalami penurunan karena adanya kasus wabah Covid-19 terbaru di provinsi selatan Guangdong.

 

Penulis: Yuniar Novianti

Editor: Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !