Detail Berita


Realisasi Produksi Batubara Capai 38 Persen dari Target Hingga Mei 2021


"Proses pengambilan batubara dari stockpile"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 10-06-2021

duniatambang.co.id - Kementerian ESDM tidak menampik bahwa perusahaan batu bara nasional mendapatkan tantangan yang cukup berat akibat kondisi cuaca ekstrem dan bencana yang terjadi sejak awal tahun ini. Namun pihaknya memastikan bahwa kebutuhan komoditas batu bara di dalam negeri tidak akan terusik dan bisa terpenuhi dengan baik.

Pihaknya melaporkan bahwa hingga bulan Mei 2021, besaran realisasi dari produksi batu bara domestik telah menembus angka 237 juta ton. Jumlah tersebut adalah 38 persen dari total target produksi sebesar 635 juta ton yang sebelumnya telah dicanangkan pemerintah untuk tahun ini. Sementara itu untuk pemanfaatan kebutuhan domestik komoditas batu bara mencapai 51,8 juta ton, dan adapun targetnya adalah 137,5 juta ton untuk tahun 2021 ini.

Dirjen Minerba Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin menjelaskan bahwa adanya cuaca yang ekstrem serta sejumlah bencana awal yang terjadi sejak awal tahun, menjadi tantangan tersendiri bagi sejumlah emiten tambang, khususnya yang bergerak di industri batu bara.

Perlu dicatat bahwa pemerintah telah mengeluarkan keputusan guna menambah besaran kuota produksi batu bara nasional untuk tahun ini menjadi 625 juta ton. Jumlah ini mengalami perubahan lebih banyak sebesar 75 ton dari target sebelumnya. Keputusan itu pun telah dituangkan dalam Keputusan Menteri No. 66.K/HK.02/MEM.B/2021.

Pihak Kementerian ESDM juga menjelaskan bahwa adanya penambahan kuota produksi itu ditujukan untuk ekspor ke luar negeri. Alasannya, hal itu dibutuhkan sebab sektor pertambangan di tahun sebelumnya mengalami pelemahan kinerja akibat adanya wabah pandemi Covid-19. Pihak pemerintah merasa perlu untuk memberikan dukungan ekstra lewat strategi penambahan kuota ekspor batu bara untuk tahun ini.

Sebelumnya juga telah diberitakan bahwa Kementerian ESDM mematok Harga Batu Bara Acuan (HBA) Indonesia untuk bulan Juni 2021 ini sebesar USD100,33 per ton. Ini merupakan acuan harga tertinggi sejak bulan November 2018 silam.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !