Detail Berita


Industri Pertambangan Global Diyakini Terbang Tinggi di 2022


"Alat berat beroperasi di lokasi pertambangan"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 09-06-2021

duniatambang.co.id - Industri pertambangan global berharap adanya pendapatan yang luar biasa sampai dengan tahun 2022 mendatang, karena terjadi reli harga komoditas sebagai penopang kinerja keuangan yang kuat untuk sebagian besar perusahaan tambang. Hal ini berdasarkan pada laporan yang dirilis oleh Fitch Solutions.

Meskipun diyakini kinerja keuangan akan terbang cukup tinggi, namun Fitch berharap pada para pelaku pertambangan untuk bisa menahan pengeluaran modal, alih-alih berfokus pada pengurangan utang lebih lanjut dengan keuntungan tambahan yang dihasilkan pada tahun ini dan juga tahun depan.

Berdasarkan laporan tersebut, industri pertambangan global sedang berada di era disrupsi dengan teknologi, perubahan pola konsumsi dan pertimbangan lingkungan, sosial dan tata kelola (ESG) yang kemudian membentuk masa depan para pelaku pertambangan, yang akan memastikan sebuah keberhasilan atau sebaliknya.

Para pelaku pertambangan diyakini sebagian besar akan bisa mengatasi dampak dari wabah pandemi Covid-19 dengan baik, khususnya berkat harga logam yang semakin meningkat setelah kuartal pertama tahun 2020, seperti yang dialami oleh sebagian perusahaan tambang dunia.

Di balik harapan kinerja yang lebih baik, para pelaku pertambangan sendiri dalam beberapa bulan terakhir telah menargetkan produksi dan belanja modal yang lebih tinggi di tahun 2021 dan 2022 dibandingkan dengan tahun 2020 lalu. Ini juga merupakan pertumbuhan yang cukup baik, mengingat sepanjang tahun 2020 lalu telah mengalami stagnasi.

Hal tersebut merupakan cerminan dari kinerja keuangan yang lebih kuat, efek dasar yang rendah, dan visi untuk bisa kembali ke tingkat aktivitas yang telah direncanakan sebelumnya, dengan asumsi bahwa tidak akan ada lagi kebijakan pembatasan semacam lockdown, yang sekali lagi bisa menghambat kinerja pelaku pertambangan.

Namun jika dilihat lebih dekat, mayoritas perusahaan tambang saat ini dalam tren untuk berinvestasi lebih banyak pada pengembangan akses yang sudah ada, ketimbang mengeksplorasi usaha bisnis yang baru.

Para pelaku pertambangan diharapkan bisa meningkatkan investasi pada komoditas tembaga, lithium dan nikel, agar bisa memenuhi permintaan akan komoditas tersebut sebagai bagian dari upaya perwujudan energi terbarukan, baterai dan kendaraan listrik.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !