Detail Berita


Fantastis! Arutmin dan KPC Setor PNBP 9 Triliun


"Proses pemuatan batubara ke dump truck"
Sumber gambar: kpc.go.id


Tanggal terbit: 04-06-2021

duniatambang.co.id - PT Kaltim Prima Coal dan Arutmin Indonesia memberikan sumbangsih royalti Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp9 triliun. Pembayaran royalti oleh anak usaha dari PT Bumi Resources ini tercatat untuk tahun 2020 dari sektor mineral dan batu bara atau Minerba.

Direktur dan Corporate Secretary dari Bumi Resources, Dileep Srivastava mengatakan bahwa selama ini perusahaan pertambangan telah menunjukkan bukti bahwa mampu memberikan dampak yang positif untuk perekonomian negara. Tak hanya dengan menciptakan lapangan kerja yang luas, tetapi juga secara langsung memberikan sumbangsi kepada devisa negara, serta pembayaran PNBP.

Dengan pembayaran royalti dan pajak sebesar itu, menjadikan perusahaan masuk dalam daftar 31 perusahaan yang paling banyak membayarkan pajak di Indonesia. Menurut Dileep, hal ini tak lain karena produksi setiap tahunnya yang dicatatkan perusahaan bisa mencapai angka 80 sampai 85 juta ton, berada di atas rata-rata perusahaan di kelasnya.

Dileep kemudian membandingkan besaran royalti yang diberikan oleh Bumi Resources yang nilainya lebih besar dibandingkan besaran royalti yang dibayarkan oleh PT Freeport Indonesia dan sejumlah perusahaan batu bara lainnya.

Untuk jumlah produksi batu bara yang akan ditargetkan untuk tahun ini, Dileep mengatakan bahwa angkanya akan mengalami peningkatan menjadi di kisaran 85 sampai 90 juta metrik ton.

Pihaknya pun juga menjelaskan bahwa Bumi Resources akan tetap pada komitmennya untuk bisa terus memberikan dukungan kepada pemerintah lewat program gasifikasi batu bara yang rencananya akan mulai dilakukan pada tahun 2025 nanti. Bumi dijelaskan Dileep akan mulai menyelenggarakan proyek hilirisasi batu bara itu secepatnya pada tahun 2023 atau 2024.

Adapun Arutmin Indonesia yang akan terlibat dalam proyek gasifikasi tersebut, statusnya saat ini masih berada dalam tahap pra-studi kelayakan, dan akan memulai eksekusi proyek tersebut pada tahun 2025.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !