Detail Berita


Indonesia Battery Coorporation Mulai Bangun Smelter HPAL pada 2020


"proses pembakaran di smelter"
Sumber gambar: shutterstock.com


Tanggal terbit: 24-05-2021

duniatambang.co.id – Holding baterai listrik Indonesia, Indonesia Battery Coorporation (IBC) menargertkan pembangunan smelter High Pressure Acid Leaching (HPAL) akan dimulai pada 2022.

Agus Tjahajana Wirakusumah, Ketua Tim Percepatan Baterai Kendaraan Listrik, mengatakan bahwa pihaknya masih berdiskusi dengan calon mitra. Pada akhir tahun pihaknya menargetkan bisa melakukan uji kelayakan pada tahun depan untuk desain teknis bisa diselesaikan.

Agus menambahkan, hingga 2030 ditargetkan IBC akan membangun 30 Giga Watt hours (GWh) baterai. Kemudian akan dibangun pabrik berkapasitas 140 ribu GWh.

Dalam proses pengembangan baterai listrik di Indonesia, IBC merencanakan membentuk lima hingga enam joint venture untuk mengembangkan industri hilir. Holding baterai ini akan mengembangkan ekosistem industri baterai kendaraan listrik secara terintegrasi dari hulu ke hilir.

Rantai baterai tersebut meliputi tambang bijih nikel, pabrik smelter MHO Ni dan Co Sulphate, pabrik prekusor baterai, pabrik katoda, pabrik cell dan pack.

Dalam pengembangan ekosistem baterai ini, rencananya Antam akan membangun smelter HPAL, PT Pertamina dan MIND ID akan membangun pabrik precursor dan katoda yang ditargetkan beroperasi pada 2024, dan pabrik cell to pack akan dibangun oleh PT Pertamina dan PT PLN yang direncanakan akan beroperasi pada 2025.

Pembentukan IBC telah dilakukan pada 26 Maret 2021 lalu. IBC merupakan perusahaan gabungan dari empat BUMN yaitu Holding Industri Pertambangan MIND ID (Mining Indonesia Industry, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Pertamina (Persero), dan PT PLN (Persero) yang memiliki saham masing-masing 25%.

 

Penulis: Mayang Sari

Editor: Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !