Detail Berita


Apa Itu Climate-Smart Mining?


"Mesin wheel loader bongkar batubara di tambang terbuka"
Sumber gambar: shutterstock.com


Tanggal terbit: 01-05-2021

duniatambang.co.id - Belakangan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan semakin marak dalam dunia global. Salah satu penyebabnya adalah karena adanya ancaman perubahan iklim. Untuk menghambat terjadinya perubahan iklim, bangsa-bangsa di dunia berkomitmen untuk melakukan pergeseran teknologi ke arah yang ramah lingkungan. Teknologi-teknologi ramah lingkungan ini ternyata memerlukan mineral sebagai bahan baku dalam jumlah yang tidak sedikit. Oleh karena itu, diperlukan penambangan dan daur ulang mineral yang lebih intensif.

Teknologi-teknologi ramah lingkungan yang berkembang di dunia kebanyakan mengandalkan teknologi turbin angin, solar, dan baterai. Untuk membangun turbin angin yang baik, dibutuhkan tembaga, baja, beton, aluminium, seng, molibdenum, dan logam tanah jarang. Untuk membangun teknologi panel surya, dibutuhkan kaca dalam jumlah yang besar, serta polimer, aluminium, silikon, tembaga, serta perak, timah, dan timbal dalam jumlah yang lebih sedikit. Untuk teknologi baterai, bahan bakunya berasal dari litium, kobalt, grafit, indium, vanadium, nikel, perak, neodimium, molibdenum, aluminium tembaga, dan mangan. Sehingga dapat dilihat bahwa teknologi ramah lingkungan ini membutuhkan banyak sekali hasil dari pertambangan. 

Climate-Smart Mining (CSM) merupakan praktik yang mendukung ekstraksi pengolahan mineral dan logam yang berkelanjutan untuk menjamin pasokan teknologi energi bersih. Praktik ini meminimalkan jejak iklim dan material di sepanjang rantai nilai penggunaan teknologi yang meningkatkan bantuan teknis dan investasi pada negara berkembang. Inisiasi CSM harus dilakukan melalui kerja sama pemerintah, mitra pengembangan, industri tambang, dan komunitas masyarakat.

Demi tercapainya keberhasilan CSM juga dibutuhkan tata kelola yang baik serta regulasi yang sesuai. Kerja sama dan keterlibatan pemangku kepentingan dari berbagai bidang yaitu iklim, energi, dan pertambangan, juga dibutuhkan untuk memitigasi risiko yang dapat terjadi dalam memasok suplai mineral dengan stabil dan membatasi kerusakan lingkungan.

 

Penulis: Iqlima Nur Annisa

Editor: Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !