Detail Berita


Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) ANTAM 2021


"RUSPT PT Aneka Tambang Tbk"
Sumber gambar: Dokumen PT Aneka Tambang Tbk


Tanggal terbit: 08-04-2021

duniatambang.co.id - Emiten Tambang BUMN PT Aneka Tambang Tbk mempertahankan dividen payout ratio sebesar 35 persen untuk tahun buku 2020 dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Sementara sisa sebesar 65% atau Rp 747,08 miliar sebagai saldo laba Rabu (7/4/2021). "Kebijakan dividen telah disetujui, Antam akan membagikan dividen sebesar 35 persen dari laba bersih 2020," kata Sekretaris Perusahaan Antam, Kunto Purwoko, dalam konferensi pers secara virtual.

Seperti diketahui, berdasarkan kebijakan pembagian dividen ini mengacu pada penawaran umum perdana saham perseroan tahun 1997 lalu yang menetapkan pembagian dividen minimal sebesar 30% dari laba bersih. Sepanjang tahun 2020, perseroan membukukan perolehan laba bersih Rp 1,14 triliun, Perseroan mempertahankan DPR 35 persen itu meskipun perolehan laba 2020emiten berkode saham ANTM itu melejit 492,91 persen dibandingkan dengan perolehan sebelumnya Rp 193,85 miliar. Nilai laba bersih per saham ikut naik tajam ke angka Rp 47,83/saham dari sebelumnya di akhir 2019 yang senilai Rp 8,07/saham. Padahal kinerja pendapatan mengalami penurunan 16,33% YoY menjadi senilai Rp 27,37 triliun dari posisi 31 Desember 2019 yang senilai Rp 32,71 triliun. Kendati pendapatan turun, namun perusahaan berhasil menurunkan angka beban pokok penjualan menjadi Rp 22,89 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 28,27 triliun.

Analis Samuel Sekuritas Dessy Lapagu mengatakan bahwa penetapan dividen untuk tahun buku 2020 sebesar 35 persen dari laba yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya, sesuai dengan ekspektasi pihaknya.  “Meski net profit tumbuh signifikan, dengan menjaga level payout ratio yang sama, ANTM dapat menggunakan sisa dana untuk mendorong produktivitas di tahun ini,” ujar Dessy kepada Bisnis. Pasalnya, ANTM berpotensi melanjutkan tren pertumbuhan kinerjanya pada tahun ini seiring dengan ekspektasi pemulihan ekonomi setelah ditekan pandemi Covid-19. Oleh karena itu, Dessy masih mempertahankan rekomendasi beli untuk ANTM dengan target harga di level Rp3.230 per saham. Secara terpisah, research associate MNC Sekuritas Catherina Vincentia mengatakan bahwa kinerja ANTM masih prospektif. Apalagi setelah resmi tergabung dalam Indonesia Battery Corporation (IBC), holding BUMN yang menaungi industri baterai kendaraan listrik mulai dari hulu hingga hilir bersama dengan MIND ID, Pertamina dan PLN.

“Jika ANTM dapat menyediakan 22.770 ton nikel pada fase pertama produksi battery cell kendaraan listrik, pendapatan ANTM akan naik hingga 19 persen hanya dari penjualan nikel saja,” ujar Catherina dikutip dari publikasi risetnya. Dia merekomendasikan beli untuk ANTM dengan target price Rp2.550 per saham. Adapun, pada penutupan perdagangan Rabu (7/4/2021) harga saham ANTM naik 1,29 persen ke posisi Rp2.360. Sepanjang tahun berjalan, saham ANTM naik 21,96 persen dan mencatatkan transaksi sebesar Rp117,2 triliun, terbesar di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan data konsensus Bloomberg, sebanyak 20 dari 21 analis yang mengulas ANTM merekomendasikan beli, sedangkan hanya 1 analis yang merekomendasikan hold.

Dalam 12 bulan ke depan, target price ANTM berada di posisi Rp3.475,33. Level itu mencerminkan potensi kenaikan 47,3 persen daripada posisi harga ANTM saat ini.

Selain membagikan dividen, rapat juga menyetujui perombakan pengurus.mPemegang saham merombak jajaran direksi PT Aneka Tambang Tbk dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Dalam hal ini, pemegang saham memberhentikan dengan hormat dua direksinya, yakni Apriandi Hidayat Setia dari posisi Direktur Niaga dan Hartono dari jabatan Direktur Operasi dan Produksi. "Pemegang saham menyampaikan ucapan terima kasih atas sumbangan, tenaga dan pikiran dan diberikan kepada Bapak Apriandi Hidayat Setia sebagai Direktur Niaga," kata Senior Vice President (SVP) Corporate Secretary Antam Kunto Hendrapawoko melalui konfrensi pers virtual, Rabu. Pemegang saham melakukan perubahan nomenklatur pada dewan direksi. "Pertama, untuk jabatan Direktur Keuangan berubah menjadi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko. Kedua, perubahan nomenklatur dari semula Direktur Operasi dan Produksi menjadi Direktur Operasi dan Transformasi Bisnis. Hasil keputusan RUPST hari ini juga, untuk menghilangkan nomenklatur Direktur Niaga dan Direktur Pengembangan," jelasnya. RUPS juga mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian Antam tanggal 31 Desember 2020, sekaligus memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama Tahun Buku 2020.

 

Berikut susunan pengurus Antam 2021:

Dewan Direksi

- Direktur Utama Dana Amin

- Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Anton Herdianto

- Direktur Sumber Daya Manusia Luki Setiawan Suardi

- Direktur Operasi dan Transformasi Bisnis Risono Susunan

Dewan Komisaris

- Komisaris Utama Agus Surya Bakti

- Komisaris Independen Gumilar Rusliwa Somantri

- Komisaris Independen Anang Sri Kusuwardono

- Komisaris Arif Baharudin

- Komisaris Dadan Kusdiana

- Komisaris Bambang Sunarwibowo

 

Penulis : Annisa Octaviane

Editor : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !