Detail Berita


Mengenal Gunung Raja Paksi, Perusahaan Baja Swasta Terbesar di Indonesia


"Manufaktur baja"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 07-04-2021

duniatambang.co.id - PT Gunung Raja Paksi Tbk (GRP) merupakan perusahaan anggota dari Gunung Steel Group, salah satu produsen baja terbesar di Indonesia. Perusahaan swasta yang semula bernama PT Gunung Naga Mas ini didirikan pada tahun 1970 di Medan, Sumatera Utara.

Asal muasal perusahaan ini bersumber dari Djamaluddin Tanoto, Kamaruddin Taniwan, dan Margareth Leroy, dengan impian agar Indonesia bisa mandiri di bidang industri baja. Mereka memulai dengan membangun pabrik peleburan baja yang bernama PT Gunung Gahapi. Tidak lama setelah didirikan, PT Gunung Gahapi berekspansi ke Jawa melalui PT Gunung Garuda yang didirikan di Cikarang, Jawa Barat.

Kontribusi dari para pendiri perusahaan pun tidak hanya sekedar fokus membangun perusahaan saja. Para pendiri juga mencari ilmu ke pelaku industri baja lain, dan observasi perkembangan baja di negara-negara tetangga. Salah satu kontribusi para pendiri di kancah internasional yakni Ketika Djamaluddin Tanoto turut membentuk IISIA (The Indonesian Iron and Steel Industry Association) dan SEAISI (The South East Asian Iron and Steel Institute) pada 1971.

PT Gunung Gahapi memulai manuver nya dengan memproduksi hot steel melalui mesin berkapasitas 5 ton. Setelah itu, perusahaan mampu meningkatkan kapasitas produksi menjadi 500 ton berkat mesin baja yang didatangkan dari Jepang pada 1972. Pada 1986, perusahaan mulai memproduksi H-Beam, dan pada 1991 lini produksi bervariasi ke steel plate, iron concrete, round bars, deformed bars, wire rods, dan hot rolled coil. Pada tahun yang sama, PT Gunung Naga Mas berganti nama menjadi PT Gunung Raja Paksi.

Hingga saat ini, GRP mampu memproduksi hingga 2,8 juta ton baja per tahun yang tersertifikasi baik di tingkat lokal maupun internasional. GRP telah mendapatkan berbagai sertifikasi seperti ISO 9001:2015, SNI (Standar Nasional Indonesia), IIW (International Institute of Welding), dan lain-lain. Total GRP telah mengantongi sebanyak 14 sertifikasi sebagai komitmen terhadap kualitas produk dan sistem manajemen.

GRP sendiri telah melanglang buana ke pasar global di 35 negara yang tersebar di Asia, Australia, Afrika, Eropa, dan Amerika Utara. GRP juga terlibat di berbagai proyek-proyek konstruksi di Indonesia maupun internasional. Salah satunya pada tahun 2002, GRP mengambil peran pada pembangunan Menara Gorontalo, yang kelak menjadi ikon kota Gorontalo saat ini. Kemudian GRP juga berpartisipasi dalam pembangunan jembatan-jembatan di Indonesia. Hingga GRP juga berperan dalam proyek-proyek seperti bendungan di Laos, pembangkit listrik di Malaysia, proyek kereta metro di Australia, dan berbagai jenis konstruksi lain.

September 2019, GRP menggelar IPO dengan kode emiten saham GGRP, yang berarti GRP menjadi perusahaan publik di Indonesia. GRP pun memperoleh dana sebesar 1,03 triliun, dengan 99.52% dana digunakan untuk pelunasan utang dan biaya operasi, sedangkan 0.5% digunakan untuk modal kerja.

Di tengah pandemi COVID-19 pun, GRP mampu menunjukkan ketahanannya. Pada Agustus 2020, GRP melakukan ekspor perdana atas 4600 ton struktur baja ke Vancouver, Kanada. Aktivitas ekspor baja senilai Rp 69 miliar tersebut juga menandakan bahwa produk baja GRP telah mendapatkan sertifikasi dari Canadian Welding Bureau yang juha menjadi salah satu syarat wajib untuk ekspor.

Kedepannya, GRP selalu menyesuaikan strategi produksi dan bisnis sesuai dengan perkembangan pasar global. GRP sedang mencari partner bisnis dengan industri baja internasional, terutama dari Cina, mengingat ekspansi industri baja Cina yang besar-besaran ke Asia Tenggara dalam beberapa tahun ini. Di skala lokal, GRP pun berencana untuk menanam modal di sektor infrastruktur, seperti pada rencana pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur.

 

Penulis : Dzaky Irfansyah

Editor  : Ocky PR.

Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !