image

"PT Trinitan Metals And Minerals Tbk"
Sumber gambar: market.bisnis.com

Dunia Tambang / 6 April 2021 / 0 Komentar

K3 dan Lingkungan 

PT Trinitan Galakkan Teknologi Pengolahan Ramah Lingkungan

duniatambang.co.id - PT Trinitan Metals & Minerals Tbk. (PURE) adalah perusahaan yang mengolah dan memurnikan logam serta mineral menjadi produk yang dapat dipakai untuk keperluan industri. Produk yang dihasilkan dari PT Trinitan Metals & Minerals adalah pure lead, antimony lead, calcium lead, tin lead, pure antimony, dan high antimony.

Timbal (Pb)

Timbal yang dihasilkan mempunyai kemurnian yang sangat tinggi mencapai 99,999% dengan teknologi pemurnian yang ramah lingkungan. Produk ini akan digunakan untuk bahan baku baterai, solder, bahan pelapis kawat dan perangkat medis.

Perak (Ag)

Perak juga mempunyai kemurnian mencapai 99,99% dan digunakan untuk pembuatan perhiasan, material untuk gigi, produk elektronik, kamera, film, koin, dan lain-lain.

Antimoni (Sb)

Produk dari Antimoni dibagi menjadi 2, yaitu Pure Antimony dan High Anitmony. Pure Antimony mempunyai kemurnian 99,65% dan High Antimony mempunyai kemurnian 80-90% dengan menggunakan Electrowinning Process yang ramah lingkungan serta hasil produk yang baik. Antomoni biasa dimanfaatkan untuk bahan tahan api, cat, keramik, elektronik, campuran antigores, PVC, fiber, dan lain-lain.

PURE mempunyai prinsip Green Company untuk menjalankan perusahaannya dengan fokus menghasilkan produk/jasa dengan meminimalkan dapat ke lingkungan serta menjaga kelestarian lingkungan. Salah satu teknologinya adalah Hidrometalurgi. Teknologi hidrometalurgi adalah teknologi dalam proses pemurnian logam secara berlapis, sehingga limbah padat yang dihasilkan sangat minim. Selain itu, penggunaan air dan energi dalam hidrometalurgi juga minimal sehingga terbebas dari polusi.

Saat ini PURE membuat suatu program yaitu Green Plus Program (Green+) yang disampaikan oleh anak perusahaannya yaitu PT Hydrotech Metal Indonesia (HMI). Green+ ini berfokus pada aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST). Program ini bertujuan untuk mewujudkan tata kelola untuk produksi nikel nasional yang ramah lingkungan.

Menurut Direktur Utama HMI, Widodo Sucipto, program Green+ ini digunakan untuk menjamin atau mensertifikasi teknologi hidrometalurgi Step Temperature Acid Leach (STAL) yang memprioritaskan lingkungan hidup agar mencapai ekonomi rendah karbon dan efisien. Prinsipnya, teknologi STAL ini dapat menghasilkan tingkat recovery nikel dan kobalt yang sesuai dan dapat menurunkan besi terlarut pada tahap leaching sehingga asam sulfat yang dibutuhkan dapat berkurang.

PT HMI sendiri merupakan upaya dari PURE untuk memaksimalkan teknologi STAL baik di Indonesia maupun secara global. Hal ini direalisasikan dengan proses penggarapan pilot project atau miniatur di daerah Cileungsi, yang nantinya dipindahkan ke Kawan Ekonomi Khusus (KEK) Palu untuk dibuat pabrik smelter nikel. Proyek smelter ini ditargetkan selesai pada tahun 2021 ini.

 

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar