Loading...
image

"Konferensi Pers Pendirian Indonesia Battery Coorporation"
Sumber gambar: Dokumen BUMN/BA

Dunia Tambang / 31 March 2021 / 0 Komentar

Listrik Baterai 

Indonesia Battery Corporation untuk Masa Depan Baterai di Indonesia

duniatambang.co.id - Kementerian BUMN membentuk Indonesia Battery Corporation (IBC) yang secara resmi ditandatangani dalam perjanjian pemegang saham pada tanggal 16 Maret 2021. Peresmian ini dihadiri oleh PT Antam Tbk, PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero) dan MIND ID (PT Indonesia Asahan Aluminium/Inalum) dengan masing-masing mempunyai saham sebesar 25%.

IBC merupakan holding perusahaan pengelola industri baterai kendaraan bermotor listrik atau electric vehicle (EV) battery yang terintegrasi dari awal sampai akhir proses untuk meningkatkan daya saing BUMN serta membuka lapangan kerja dengan tujuan meningkatkan ketahanan energi nasional dengan memanfaatkan sumber daya mineral di Indonesia, terutama nikel.

IBC diharapkan dapat melakukan kerjasama dengan beberapa negara yang mempunyai potensi investasi besar, diantaranya China, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Negara Eropa.

Menurut Menteri BUMN, Erick Tohir, perusahaan nantinya akan bekerjasama dengan pihak ketiga untuk menjalankan rantai industri EV battery, diantaranya pengolahan nikel, material precursor dan katoda, battery cell, energy storage system (ESS), sampai dengan recycling. Investasi yang dibutuhkan bisa mencapai US$ 17 miliar atau sekitar 238 triliun rupiah. Namun, pihak ketiga harus memenuhi kriteria yaitu mendatangkan investasi sepanjang rantai nilai, membawa teknologi, dan pasar regional atau global. Saat ini, BUMN akan menggandeng LG Energy Solution dari Korea Selatan dan Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL) dari China untuk membangun pabrik baterai.

Rencana kedepannya, IBC akan mempunyai kapasitas battery cell sebesar 140 GWh dan 50 GWh, untuk diekspor dan bahan produksi EV battery di dalam negeri. Sumber daya untuk memenuhi kapasitas tersebut berasal dari nikel ore dan campuran bijih nikel laterit kadar rendah (jenis saprolit dan limonit).

Indonesia mempunyai modal yang cukup besar untuk mengembangkan EV battery dan berpotensi memiliki pasar produksi dan penjualan sendiri, dengan 30% sumber daya nikel dunia sebesar 12 miliyar ton. Selain nikel, Indonesia juga mempunyai mineral komponen baterai, yaitu alumunium, tembaga, dan mangan. Pada tahun 2025, potensi kendaraan bermotor roda dua sekitar 8,8 juta unit dan roda empat sekitar 2 juta unit dengan 35% komponen kendaraan bermotor listrik berasal dari dalam negeri

 

Penulis : Boyke Adhitya Yudhya Leon Augusta

Editor : Ocky PR.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar