Loading...
image

"Proses pemurnian bahan galian"
Sumber gambar: shutterstock.com

Dunia Tambang / 30 March 2021 / 0 Komentar

Smelter 

Dua Pabrik Smelter Rampung Tahun Ini

duniatambang.co.id - Smelter merupakan bagian dari proses sebuah produksi, mineral yang ditambang dari alam biasanya masih tercampur dengan kotoran yaitu material bawaan yang tidak diinginkan. Sementara ini, material bawaan tersebut harus dibersihkan, selain itu juga harus dimurnikan pada smelter.

Smelter berfungsi untuk meningkatkan kandungan logam seperti timah, nikel, tembaga, emas, dan perak hingga mencapai tingkat yang memenuhi standar sebagai bahan baku produk akhir. Proses tersebut telah meliputi pembersihan mineral logam dari pengotor dan pemurnian. Pembangunan Smelter diwajibkan bagi seluruh perusahaan tambang di Indonesia, baik perusahaan besar maupun kecil.

Pada dasarnya pengesahan aturan tentang mmelter ini adalah upaya baik pemerintah untuk memperbaiki perekonomian bangsa, meningkatkan nilai hidup masyarakat, dan mengembalikan citra pertambangan yang terkadang hanya disebut sebagai perusak alam.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan ada tambahan dua proyek smelter yang telah rampung hingga saat ini. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin mengungkapkan dua tambahan smelter ini berasal dari konsentrat pasir besi dan bauksit.

"Ada dua (yang selesai), yakni PT Rusan Sejahtera smelter konsentrat pasir besi dan PT Berkah Pulau Bintan untuk smelter bauksit," kata Ridwan.

Ridwan menambahkan, selama ini tidak ada pencabutan izin usaha yang dilakukan pemerintah. Sebab, progres smelter yang ada dinilai masih memenuhi target dalam pemantauan sesuai kurva S.

Hingga tahun 2020 lalu, total realisasi pembangunan smelter tercatat baru 19 unit. Jumlah ini terdiri dari 13 smelter nikel, 2 smelter bauksit, 1 smelter besi, 2 smelter tembaga, dan 1 smelter mangan. Selain itu, total investasi pembangunan smelter hingga semester pertama 2020 mencapai US$ 12,06 miliar. Secara total, proyek smelter hingga tahun 2024 diharapkan bisa mencapai 53 smelter.

Adapun total investasi untuk mencapai 53 smelter tersebut mencapai US$ 21,59 miliar. Bila dirinci, investasi untuk smelter tembaga sebesar US$ 4,69 miliar, smelter nikel sebesar US$ 8 miliar, smelter bauksit sebesar US$ 8,64 miliar, smelter besi sebesar US$ 193,9 juta, smelter mangan sebesar US$ 23,9 juta, dan smelter timbal dan seng sebesar US$ 28,8 juta.

 

Penulis : Annisa Octavianie

Editor : Ocky PR.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar