Detail Berita


Dua Juta Ton Konsentrat Tembaga untuk Ekspor PTFI


"Ilustrasi alat pengolahan konsentrat PT Freeport Indonesia"
Sumber gambar: PT Freeport Indonesia


Tanggal terbit: 29-03-2021

duniatambang.co.id – Ore hasil penambangan di PT Freeport Indonesia (PTFI) dilakukan pengolahan dan pemurnian khusus. Aktivitas yang terjadi pada tahap pengolahan dan pemurnian adalah penghancuran dan penggerusan bijih hasil penambangan hingga menjadi pasir halus.

pasir-pasir tersebut kemudian diapungkan dengan menggunakan reagent (bahan yang berbasis alkohol dan kapur). Tujuannya agar dapat memisahkan konsentrat yang mengandung mineral, tembaga, emas, dan perak. Konsentrat dalam bentuk bubur kemudian disalurkan dari pabrik pengolahan menuju pabrik pengeringan. Setelah dikeringkan, konsentrat yang merupakan produk akhir PTFI ini kemudian dikirim ke pabrik peleburan dan pemurnian di dalam maupun luar negeri.

Di dalam negeri, konsentrat tembaga PTFI dikirim ke PT. Smelting Gresik yang merupakan smelter tembaga pertama. Kapasitasnya pun dapat menampung 40-50 persen produksi tembaga PTFI. Selanjutnya barulah produk konsentrat dapat di distribusikan secara ekonomis.

PT Freeport Indonesia (PTFI) telah mengantongi rekomendasi kuota ekspor konsentrat tembaga untuk satu tahun ke depan. Vice President Corporate Communication PT. Freeport Indonesia (PTFI) Riza Pratama mengungkapkan pihaknya menyambut baik langkah pemerintah mengeluarkan izin ekspor untuk satu tahun ke depan.

"Kuota ekspor 2 juta ton konsentrat, PTFI berkomitmen untuk terus memberikan nilai tambah bagi Indonesia dalam berbagai cara," ungkap Riza.

Rekomendasi ini meningkat dari tahun lalu yang mencapai 1.069.000 wet ton konsentrat tembaga yang diberikan pada 16 Maret 2020 untuk satu tahun. Adapun sebelumnya pada tahun 2019 PTFI hanya mengantongi kuota ekspor sebanyak 746.953 wet ton konsentrat tembaga.

Riza memastikan realisasi aktual kemajuan fisik pembangunan smelter Freeport tidak mencapai target yang ditetapkan akibat dampak pandemi covid-19. Riza melanjutkan, dengan kondisi tersebut maka Freeport kini tengah berdiskusi dengan pemerintah seputar ketentuan denda sesuai amanat dalam Keputusan Menteri ESDM yang telah dikeluarkan. "Pemerintah dan PTFI tengah mendiskusikan dan mendetailkan aktivitas-aktivitas pembangunan smelter mana saja yang terdampak oleh pandemi Covid-19," sambung Riza.

 

Penulis : Annisa Octavianie

Editor : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !