Detail Berita


Strategi Perencanaan Tambang di IUMC 2021


"Dokumentasi kegiatan International Underground Mining Conference 2020"
Sumber gambar: Dokumen Dunia Tambang/AO


Tanggal terbit: 29-03-2021

duniatambang.co.id - International Underground Mining Conference 2021 yang dilaksanakan pada (24-26/3) merupakan agenda konferensi internasional  Perhapi yang membahas mengenai berbagai substansi terkait tambang bawah tanah (Policy, mining outlook, mine planning, dan innovation in underground mining). Beberapa narasumber (Australia, Kanada, Chile, Indonesia) dari berbagai latarbelakang diundang untuk menghadiri konferensi ini. Dimana harapannya konferensi internasional dapat memberikan pemahaman baru bagi setiap pelaku industri tambang terkait perkembangan underground mining di segala aspek.

Pada sesi ini diawali dengan membahas beberapa esensi mendasar dari underground mine. Mr. Suseno Kramadibrata selaku Presiden Direktur PT. Bumi Resources Mineral menyampaikan beberapa poin penting terkait penentuan metode yang tepat untuk underground mining. Hal yang paling krusial untuk menentukan metode nya adalah geological section dan level maps, grade model of the deposit, rock mechanic, dan characteristic of the deposit. Pemahaman terkait penentuan metode sangatlah penting yang dimana harapannya proses penambangan dapat berjalan efektif dan efisien.

Narasumber berikutnya yaitu Mr. Tutus Irmawan Djama selaku Underground Mine Engineer Superintendent di PT. Merdeka Copper Gold menyampaikan pernyataannya terkait developing the underground mine operation terkhusus di merdeka copper gold. Perusahaan ini memiliki 5 aset utama yaitu tujuh bukit copper, pani joint venture, wetar, tujuh bukit gold, wetar copper. Dimana deposit emas dan tembaga di tujuh bukit adalah salah satu sumberdaya mineral porfiri peringkat tertinggi di dunia. Sedangkan project  yang ada di merdeka copper gold (TB Copper Project) yaitu underground decline telah suskses dilakukan sepanjang 1890 meter exploration decline. Selain itu beliau juga menyinggung terkait sistem supporting yang digunakan di merdeka copper gold yaitu ada 3 tipe, tipe 2 (rmr 41-60) menggunakan arch, tipe 3 (rmr 21-40) menggunakan tambahan wiremesh, tipe 4 (rmr<21) banyak menggunakan support seperti tambahan shortcrete. Sistem monitoring di perusahaan ini ada beberapa macam seperti box cut prism monitoring, underground prism monitoring, conference monitor, multi point borehole extenshometer, dan crack meter. Sistem ventilasi terdapat auxiliary devices seperti air mover dan cool tube yang sama-sama digunakan untuk suplai udara bersih dan menurunkan suhu sekitar tempat kerja. Selain itu beliau juga menjelaskan hal yang paling krusial yaitu penambangan big wet fault dimana area tersebut terdapat ground water yang jenuh, sehingga penanganan nya dengan cara penggunaan support stage grouting, penggunaan drillling pattern yang sesuai dengan area tersebut dan adanya penentuan microshedule yang tepat terkait penanganan penambangan di big wet fault.

Selanjutnya narasumber ketiga yaitu Mr. Ardhin Twistya Yuniar selaku Vice President GeoEngineering di PT. Freeport Indonesia membahas terkait tema yang sama dengan narasumber kedua sebelumnya. Mr. Ardhin menyebutkan bahwa PTFI memiliki 5 sumber produksi yaitu, DOZ, DMLZ, Biggossan, Grasberg, dan Kucing Liar. Terdapat berbagai tantangan dalam melaksanakan Underground mine yaitu lamanya fase pembangunan development dan konstruksi, variasi dan kondisi bawah tanah yang mengharuskan aksi antisipasi yang ketat, perlu adanya mitigasi terkait micro seismic, PTFI juga membuat Ground control management plan dan seismic management plan, mengombinasikan variasi tipe sistem monitoring, terus mengembangkan pengaplikasian ground support, tantangan lain yaitu adanya presipitasi yang tinggi di area tambang mengharuskan PTFI untuk menanganinya dengan cara mengatur surface water dan sistem dewatering UG mine atau dapat pula membangun sistem pumping, pipes, ditches, drain holes di sekitar area yang jenuh air. Ada pula tantangan di perencanaan secondary breakage juga penting diperhatikan, penentuan melalui peledakan atau cukup dengan brekaer untuk mendapatkan fragmentasi yang ditargetkan, adanya wet muck yang perlu di hadapi suatu waktu sehingga dibuat remote mucking operation untuk mengurangi resiko alat mekanis dan pekerja terkena paparan wet muck tersebut, PTFI juga menerapkan sistem autonomous mucking dan loading sebagai wujud untuk meningkatkan produksi dan menjaga keamanan saat bekerja.

Adapula autonomous railways yang merupakan lokomotif yang digunakan untuk mengangkut hasil tambang ke suatu lokasi dumping (sebagai bottom dump cars). Teknologi lainnya di PTFI yaitu adanya personal tracking yang digunakan sebagai sensor untuk mengetahui jumlah dan jarak alat berat dan pekerja tambang. Dalam bidang peledakan PTFI juga menggunakan Ikon detenator atau pengaplikasian elektronik detonator yang berguna untuk mengurangi vibrasi dan pengaturan delay yang fleksibel.

Pada sesi selanjutnya Mr. Taufik Achmad Fauzi selaku Senior Geotech Engineer di PT. Antam, Pongkor terkait berbagai rancangan di PT. Antam. Metode penambangan yang digunakan di Pongkor yaitu cut and fill dengan produk yang dihasilkan berupa dore bullion yang nantinya akan di refinery. Untuk sumber produksi Antam dari 4 tipe vein diantaranya, vein ciurung, vein kubang cicau, vein ciguha A dan B, vein gudang handak A dan B. Terkait tema beliau menyebutkan bahwa terdapat beberapa cara yang dapat ditempuh untuk meningkatkan mine life yaitu dengan cara melakukan eksplorasi kontinu, mempelajari metode tambang bawah tanah yang baru (narrow vein mining) dan pengembangan teknologi di bidang tamda, serta melakukan pengembangan terkait cost reduksi. Sedangkan tantangan untuk melakukan hal tersebut adalah terkait tantangan di proses eksplorasi seperti keterkaitan lahan yang diizinkan ataupun tidak atau konservasi limit, tantangan di proses produksi seperti adanya ilegal mining activities, tantangan pemuatan di stope yang failure (kondisi tanah dan material tidak stabil) sehingga hal ini perlu di antisipasi. Proses akhir dari pertambangan (mine closure) di Pongkor menerapkan konsep Agroedugeotourism seperti Kawaci (museum tbt Pongkor).

Selanjutnya Mr. Amiruddin Hasyim selaku Deputy Operation Director di PT. Nusa Halmahera Minerals menyampaikan paparannya terkait PT. NHM. Di NHM terdapat 2 project underground yaitu kencana dan toguraci. Tambang kencana menerapkan metode UCAF (underhand cut and fill), metode ini cocok untuk high grade ore yang terletak di kondisi tanah yang buruk. Sedangkan tambang toguraci merupakan deposit berbentuk subvertikal high grade ore dengan keadaan tanah yang baik. Pada tambang ini diterapkan metode long hole stoping (LHS). Di wilayah underground NHM terdapat hot ground water, penanganan yang dilakukan NHM adalah melalui dewatering program seperti penerapan chiler pump untuk menstabilkan suhu air.

 

Penulis : Annisa Octavianie

Editor  : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !