Detail Berita


Mengenal Aspal Buton, Harta Karun Dunia yang Ada di Indonesia


"Aspal"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 18-03-2021

Sekilas Mengenai Aspal

Aspal mempunyai pengaruh terhadap pembangunan infrastruktur jalan untuk transportasi. Rencana pemerintah yang sedang gencar melakukan pembangunan menjadikan peluang bagi komoditas aspal untuk memberikan kontribusi di masa mendatang. Aspal merupakan material senyawa karbon berbentuk padat yang saat dipanaskan akan membentuk cairan kental dengan kandungan sulfur, oksigen, dan kalor yang kecil. Sifat dari aspal secara fisik adalah mempunyai kekerasan mohs kurang dari 2,5, warna bitumen hitam seiring dengan kadar yang semakin tinggi, berat jenis aspal sekitar 1,5 gr/cm3, dan struktur amorf kompak. Fungsi aspal adalah sebagai berikut:

1. Mengikat batuan yang ada di jalan dengan permukaan jalan

2. Bahan pelapis dan perekat agregat

3. Melapisi dari pondasi (lapis resap pengikat/prime coat)

4. Mengikat jalan dengan jalan yang sudah dibuat sebelumnya (lapis pengikat/tack coat)

5. Mengisi ruang kosong pada agregat kasar, halus, dan filler

Berdasarkan tempat diperolehnya, aspal dibagi menjadi 2, yaitu aspal alam dan aspal minyak.

1. Aspal minyak

Aspal minyak adalah aspal yang berasal dari residu destilasi pengolahan minyak bumi. Minyak bumi yang diperoleh akan menghasilkan residu dari jenis asphaltic base crude oil yang mengandung aspal, paraffin base crude oil yang dengan kandungan parafin yang banyak, atau mixed base crude oil dengan kandungan campuran parafin dan aspal. Residu aspal berupa padat, dengan bisa berbentuk cair atau emulsi melalui pengolahan hasil residu. Komposisi karbon pada aspal minyak hampir menyerupai minyak, dengan kandungan belerang, natrium, dan oksida yang lebih besar.

2. Aspal Alam

Aspal alam adalah aspal yang berasal dari alam dari fraksionasi minyak bumi di sekitar permukaan. Biasanya aspal alam terbentuk di daerah gunung yang dapat digunakan dengan sedikit pengolahan. Kadar dari aspal alam ini berkisar 10-45 % yang berkaitan dengan jenis dan porositas dari batuan. Aspal alam hanya dapat ditemukan di 3 tempat di dunia, yaitu di Buton, Sulawesi Tenggara (Indonesia), Trinidad (Amerika Selatan), dan Iran. Salah satu aspal alam yang ada di Indonesia adalah aspal alam di Pulau Buton atau biasa dikenal dengan aspal buton. Aspal buton mempunyai batuan yang berasal dari campuran antara bitumen dengan mineral lain, dengan kandungan bitumen sangat bervariasi dari rendah sampai tinggi. Sehingga, produksi aspal buton dilakukan dalam berbagai bentuk pengolahan. Aspal buton diperoleh dengan mengekstraksi agar resin dan fraksi ringan yang terkandung dapat diolah.

Cadangan Aspal Buton Di Indonesia

Aspal alam Indonesia dapat ditemukan di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Penemuan ini awalnya dilakukan oleh Elbert tahun 1909. Cadangan endapan aspal alam di Buton ini dapat ditemukan tepatnya di Teluk Sampolawa sampai Teluk Lawela.

Deposit aspal Buton telah dilakukan penelitian dari Alberta Research Council. Aspal alam yang ada di Pulau Buton merupakan cadangan terbesar di dunia. Deposit aspal buton mempunyai sebaran dari teluk Sampolawa sampai dengan teluk Lawele dengan panjang daerah sekitar 75 km dan lebar sebesar 12 km. Dari hasil penelitian yang dilakukan, ketebalan aspal buton berkisar antara 9-45 meter dan ketebalan rata-rata 30 meter, dengan luas pengaruh sebesar 1.527.343,5 m2. Terdapat tujuh jenis Aspal Buton, yakni B 50/20 Buton Granular Asphalt (BGA), B 50/30 Lawele Granular Asphalt (LGA), pracampur performance grade (PG) 70, pracampur PG 76, pracampur, cold paving hot mix Asbuton (CPHMA), dan Asbuton Murni.

Komposisi kimia dari mineral aspal Buton yang ada di daerah Kabungka dan Lawele adalah sebagai berikut:

(Sumber: Siswosoebrotho dan Kusnianti, 2005)

Unsur-unsur yang terkandung dalam bitumen aspal buton adalah sebagai berikut:

1. Karbon (C)      : 82 – 88 %

2. Hidrogen (H) : 8 – 11 %

3. Sulphur           : 0 – 6 %

4. Oxygen (O2)   : 0 – 1,5 %

5. Nitrogen (N)   : 0 – 1 %

 

Prospek Aspal Buton Indonesia

Potensi cadangan alam di pulau Buton saat ini berjumlah 694 juta ton dengan kadar bitumen 15-35%. Jumlah cadangan tersebut setara dengan menyuplai pembangunan jalan nasional selama 330 tahun dengan asumsi kebutuhan aspal nasional sebesar 2 juta ton/tahun. Cadangan aspal masih dapat dimanfaatkan sebagai pelapis permukaan jalan dan pengikatan agregat sebagai aspal hot mix. Konsumen diarahkan ke Indonesia bagian timur yang mempunyai jarak tidak terlalu jauh, sehingga pengangkutan tidak memerlukan biaya tinggi.

Kemenko Kemaritiman dan Investasi RI mendorong pembangunan industri aspal alam di daerah Buton, Sulawesi Tenggara yang mempunyai potensi sebesar 694 juta ton. Jumlah tersebut masih perlu divalidasi oleh Badan Geologi KESDM. Rencana, pada tahun 2025 akan terjadi peningkatan kapasitas aspal buton sejumlah 33 persen. Jumlah tersebut dapat memenuhi kebutuhan aspal nasional sebesar 49,36%, dengan 37,08% dipenuhi Aspal Minyak Pertamina dan 13,61% dipenuhi Aspal Minyak Impor.

Pemerintah, melalui Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Ayodhia G.L. Kalake meninjau kesiapan fasilitas penunjang industri, mulai dari infrastruktur sampai distribusi pemasaran aspal buton untuk memastikan potensi aspal buton dapat dimaksimalkan di Indonesia.  Diperlukan kesiapan dari industri hilir yang mampu mengolah aspal buton sesuai dengan kebutuhan pasar, digunakan untuk konstruksi jalan. Selain itu, juga diperlukan kesiapan dalam infrastruktur produksi dan pemasaran aspal buton.

 

Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !