Detail Berita


Resmi! Royalti 0 Persen untuk Perusahaan Tambang Batubara


"penambangan batubara"
Sumber gambar: shutterstock.com


Tanggal terbit: 15-03-2021

duniatambang.co.id - Peraturan pemerintah tentang intensif royalti 0% untuk perusahaan batu bara ditetapkan pada UU No. 11 tahun 2021 tentang Cipta Kerja dan dijelaskan lebih lanjut dalam PP No. 25 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Energi Sumber Daya Mineral.

Penjelasan dalam pasal 3 ayat (1) PP No. 25 tahun 2021 adalah perusahaan pemegang IUP OP, IUPK OP, dan IUPK pada komoditas batubara yang meningkatkan nilai tambah di dalam negeri akan diberikan pengenaan biaya royalti sebesar 0%. Pengenaan ini mempertimbangkan kemandirian energi dan pemenuhan kebutuhan bahan baku industri seperti yang dijelaskan pada ayat (2). Pada pasal 3 ayat (3), pengenaan royalti 0% ini diberlakukan pada volume batu bara yang digunakan dalam kegiatan Peningkatan Nilai Tambah Batu Bara. Ketentuan lebih lanjut berupa besaran, persyaratan, dan tata cara Peningkatan Nilai Tambah Batu Bara diatur dalam Peraturan Menteri yang dijelaskan pada ayat (4) dengan persetujuan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang keuangan negara yang dijelaskan pada pasal 3 ayat (5).

Insentif ini tidak diterapkan pada semua kegiatan, namun berlaku pada hilirisasi batu bara, salah satunya adalah konversi batu bara menjadi dimetil eter (DME). DME adalah salah satu produk hilirisasi batu bara yang dapat dimanfaatkan menjadi bahan LPG untuk keperluan rumah tangga. DME merupakan solusi impor LPG Indonesia yang mampu mengurangi kebutuhan impor Indonesia.

Proyek hilirisasi batu bara saat ini telah dikerjakan oleh BUMN dan swasta. Proyek dari BUMN dikerjakan oleh PT Bukit Asam Tbk yang bekerjasama dengan Air Product dan PT Pertamina (Persero). Proyek ini direncanakan akan beroperasi pada tahun 2025 dengan mengubah 6,5 juta ton batu bara menjadi 1,5 juta ton DME. Proyek dari swasta dikerjakan oleh PT Bumi Resources Tbk yang memanfaatkan batu bara dari PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin sejumlah 6-6,5 juta ton menjadi metanol. Selanjutnya, PT Adaro Energy Tbk mengonversi 1,3 juta ton batu bara menjadi 660 ribu ton metanol yang akan direalisasikan pada tahun 2025.

Selain konversi hilirisasi DME, terdapat 3 perusahaan batu bara yang mengerjakan proyek underground coal gasification (UCG) yaitu PT Kideco Jaya Agung (di bawah emiten PT Indika Energy Tbk), PT Indominco (PT Indo Tambangraya Megah Tbk), dan PT Medco Energi Mining Indonesia (MEIM) Phoenix Energi Ltd.

Peresmian peraturan ini menyebabkan harga saham dari emiten batu bara nasional naik di bulan Januari 2021, tepatnya pada 22 Januari 2021.

Pemberian royalti 0% diharapkan dapat menjadi jalan agar komoditas batu bara lebih kompetitif, pembukaan lapangan kerja, serta membuka investasi di Indonesia karena akan mengurangi total biaya modal tambang 10 sampai 15%.

 

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !