Detail Berita


Presiden Jokowi Keluarkan Limbah Batubara dari Kategori Berbahaya


"Batubara"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 12-03-2021

duniatambang.co.id - Presiden Joko Widodo mengeluarkan limbah batubara dari kategori limbah bahan berbahaya dan beracun. Ketentuan itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Peraturan tersebut merupakan aturan turunan dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Berdasarkan lampiran XIV pada PP Nomor 22 Tahun 2021, limbah batubara yang kini termasuk ke dalam jenis limbah non B3 adalah fly ash dan bottom ash. Adapun sumber limbah fly ash dan bottom ash yang dimaksud adalah berasal dari proses pembakaran batubara pada fasilitas pembangkitan listrik tenaga uap PLTU atau dari kegiatan lain yang menggunakan teknologi selain stocker boiler dan/atau tungku industri.

Padahal sebelumnya, pada Pasal 54 ayat 1 huruf a PP Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun menyebut bahwa fly ash dari pembakaran batubara pada kegiatan PLTU termasuk kategori limbah B3. Seperti yang diketahui, limbah B3 adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan yang mengandung zat, energi, dan/atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi, dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan, merusak, dan/atau membahayakan lingkungan hidup.

Meskipun kini limbah batubara dikeluarkan dari kategori berbahaya, limbah non B3 ini tetap wajib dimanfaatkan sebagai bentuk dari pengelolaan lingkungan hidup. Pada Pasal 459 ayat 3 huruf C PP Nomor 22 Tahun 2021 menyebut bahwa fly ash batubara dari kegiatan PLTU dengan teknologi boiler minimal CFB (Circulating Fluidized Bed) dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku kontruksi pengganti semen pozzolan.

 

Penulis : Iqlima Nur Annisa

Editor  : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !