Detail Berita


Dibalik Duka Lumpur Lapindo, Ada Potensi Logam Tanah Jarang untuk Kendaraan Listrik


"Lumpur Lapindo"
Sumber gambar: shutterstock.com


Tanggal terbit: 10-03-2021

duniatambang.co.id - Bencana lumpur Lapindo merupakan bencana alam yang telah ada sejak 29 Mei 2006. Bencana ini terjadi di Dusun Balongnongo, Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Lumpur Lapindo menyebabkan 40 ribu orang pindah karena belasan desa terkubur.

Sudah 14 tahun bencana lumpur Lapindo berlalu, ternyata ada kandungan sumber daya logam tanah jarang di lumpur tersebut. Logam tanah jarang (LTJ) atau Rare Earth Element merupakan mineral yang konsentrasinya rendah dan tersebar sehingga sulit untuk ditambang secara ekonomis. Logam tanah jarang dan paduannya digunakan untuk keperluan elektronik, salah satunya adalah pembuatan baterai isi ulang. Mineral logam tanah jarang yang dapat dimanfaatkan untuk baterai isi ulang diantaranya lanthanum (La), cerium (Ce), praseodymium (Pr), dan neodymium (Nd). Sehingga, logam tanah jarang dapat digunakan dalam kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB).

Menurut Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Eko Budi Lelono, terdapat kandungan logam tanah jarang di lumpur Lapindo. Dari data Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP) Badan Geologi Kementerian ESDM, ada 29 lokasi yang memiliki potensi logam tanah jarang, salah satunya di lumpur Lapindo. Sebaran daerah yang dimaksud berada di 17 tempat di Sumatera, 7 tempat di Kalimantan, 3 tempat di Sulawesi, dan 2 tempat di Jawa. Daerah tersebut baru sekitar 30% dari total eksplorasi. Sehingga potensi logam tanah jarang masih cukup besar.

Eksplorasi logam tanah jarang oleh Badan Geologi Kementerian ESDM dilakukan di berbagai tipe cebakan, diantaranya di Parmonangan (Sumatera Utara), Belitung, Ketapang (Kalimantan Barat), Banggai (Sulawesi Tengah), Papua Barat (tipe lateritik), dan Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah (endapan placer).

Beberapa daerah dengan sumber daya logam tanah jarang yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi adalah sebagai berikut:

1. Kepulauan Bangka Belitung, tepatnya di Kabupaten Bangka Selatan terdapat sumber daya sebesar 736,43 ton (eksplorasi pada tahun 2013). Selain itu, terdapat juga sumber daya pada lokasi berbeda sebesar 7.079,885 ppm (eksplorasi pada tahun 2018).

2. Kepulauan Riau , tepatnya Kabupaten Kepulauan Anambas terdapat sumber daya sebesar 230.796 ton (eksplorasi pada tahun 2015). Selain itu, di Kabupaten Lingga juga terdapat sumber daya sebesar 26.024,41 ppm.

3. Kalimantan Barat, di Kabupaten Ketapang terdapat sumber daya sebesar 14.634 ppm (eksplorasi pada tahun 2014).

4. Sulawesi Selatan, di Kabupaten Banggai terdapat 2 blok potensi logam tanah jarang dengan sumber daya masing-masing sebesar 403,67 ppm dan 181 ppm.

 

Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !