Detail Berita


PT Bukit Asam Tbk dan PT KAI Jalin Kerjasma Pengembangan Proyek Angkutan Energi 2026


"Angkutan Batubara PT Bukit Asam Tbk"
Sumber gambar: ptba.co.id


Tanggal terbit: 06-03-2021

duniatambang.co.id - PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) melakukan peningkatan angkutan batu bara. Menurut data perseroan, jumlah deposit batu bara hampir menyentuh 3,3 miliar ton. Direktur Utama Bukit Asam, Arviyan Arifin mengatakan, peningkatan angkutan ini penting karena jumlah deposit batu bara yang sudah tinggi dan harus segera diangkut. "Kalau tidak segera kita angkut, tidak dimanfaatkan secara maksimal, dalam 20-30 tahun lagi orang tidak ada lagi yang memakai batu bara sehingga kita tidak dapat memanfaatkan karunia yang diberikan oleh Allah untuk kebaikan bangsa dan negara kita," ujar Arviyan dalam video conference PTBA. Arviyan menambahkan, pihaknya bekerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI untuk mengembangkan proyek angkutan batu bara jalur kereta api dengan kapasitas 72 juta ton/tahun pada tahun 2025.

PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) telah bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dalam mengembangkan proyek angkutan batu bara jalur kereta api untuk optimalisasi pengangkutan batu bara di sejumlah rute existing dan baru. Sebelumnya pada tahun lalu di 2020 Sekretaris Perusahaan PTBA Apollonius Andwie C. mengatakan hingga kuartal I, untuk jalur angkutan yang sudah tersedia ke arah Dermaga Kertapati di Palembang sudah selesai ditingkatkan kapasitasnya menjadi 5-6 juta ton per tahun.

Proyek pengembangan jalur angkutan sampai dengan saat ini masih on going sesuai dengan rencana yang ditargetkan, selain itu, pengembangan jalur eksisting di atas, perusahaan juga telah memiliki rencana untuk membangun jalur baru yang menghubungkan tambang batu baranya di Tanjung Enim dengan Pelabuhan Tarahan 2 yang memiliki kapasitas 20 juta ton per tahun. Jalur angkutan dan pelabuhan tersebut direncanakan dapat beroperasi komersial pada 2025.

Sebagai informasi, PTBA telah bekerja sama dengan KAI mengembangkan proyek angkutan batu bara jalur kereta api dengan kapasitas 72 juta ton per tahun hingga 2025, termasuk jalur baru yang terdiri dari Tanjung enim-arah utara dengan kapasitas angkut 20 juta ton/tahun, beserta fasilitas dermaga baru kramasan yang direncanakan akan operasi di tahun 2024. Kedua pihak juga tengah mengkaji alternatif lain yaitu untuk pembangunan Dermaga Kramasan yang merupakan gagasan baru dari KAI. Tanjung Enim-Arah Selatan berupa Tarahan 1 yakni pengembangan kapasitas jalur yang tersedia menjadi 25 juta ton per tahun pada akhir 2020. Sementara itu, Tarahan 2 dengan kapasitas angkut 20 juta ton per tahun dan direncanakan akan beroperasi pada 2025.

Selain itu, PTBA dan KAI juga memiliki kontrak jangka panjang pengangkutan batu bara selama 20 tahun yang telah dimulai dari 2010 dan berakhir pada 2029. Selain itu, PTBA juga menandatangani Head of Agreement (HoA/Perjanjian Induk) dengan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) untuk pengembangan kapasitas angkutan batu bara dan/atau komoditas lainnya melalui sungai dan pelabuhan di Sumatera Selatan. Kerjasama pengembangan angkutan batu bara ini dilakukan untuk menyukseskan tujuan pembangunan koridor ekonomi Sumatera Selatan sebagai lumbung energi nasional. "Ini lah pentingnya kita meningkatkan angkutan batu bara baik dengan kereta api maupun yang sedang kita kaji dengan menggunakan sungai yang ada di daerah Sumsel bekerja sama dengan Pelindo II," ucapnya.

 

Penulis : Annisa Octavianie

Editor  : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !