Detail Berita


Mengenal Asbes, Mineral Seperti Kapas yang Berbahaya?


"Mineral Asbes"
Sumber gambar: shutterstock.com


Tanggal terbit: 03-03-2021

duniatambang.co.id - Asbes merupakan mineral yang berwarna putih, berserat tipis, dan wujudnya seperti kapas. Asbes termasuk ke dalam golongan magnesium silika dengan rumus kimia Mg3Si2O5(OH)4. Asbes dapat diperoleh dengan cara penambangan terbuka maupun penambangan bawah tanah. Di Indonesia keterdapatan endapannya berada di daerah dengan sebaran batuan basa atau ultra basa yang umumnya menempati wilayah bagian timur kepulauan Indonesia, seperti di daerah Pulau Halmahera, Sulawesi, dan Papua.

Asbes di alam terdapat dalam bentuk serat halus sebagai pembuluh di antara karang-karang yang terdiri atas asam kersik dan silikat magnesium. Dengan menghancurkan karang-karang tersebut, diperoleh serat-serat halus asbes yang kemudian dipintal menjadi seperti kapas. Asbes merupakan mineral yang kerap disebut sebagai magic mineral karena mempunyai sifat tahan api dan bahkan dapat melindungi bangunan dari kebakaran. Selain itu asbes juga relatif sukar larut dalam air, memiliki daya regang yang tinggi, dan tahan asam. Karena beberapa sifat itulah asbes sering digunakan sebagai isolating pipa pemanas, panel akustik, konstruksi pabrik, dan bahkan plafon bangunan.

Akan tetapi, asbes tergolong mineral yang berbahaya. Serat-serat asbes berukuran sangat kecil, bahkan 1/700 lebih tipis dari rambut manusia. Serat-serat asbes cenderung mudah patah, tajam, mudah menjadi debu, dan jika tersebar di udara akan mudah menempel pada pakaian dan tubuh manusia. Apabila serat-serat tersebut terhirup oleh manusia, maka dapat meningkatkan risiko kerusakan pada organ paru-paru dengan gejala seperti sesak dan kesulitan bernapas. Jika gejala ini dibiarkan semakin lama, maka endapan serat-serat tersebut akan menimbulkan masalah seperti peradangan, luka, hingga kerusakan jaringan paru-paru yang disebut asbestosis. Dalam jangka panjang, asbestosis dapat menyebabkan kanker paru-paru.

Saat ini penggunaan asbes telah dilarang di berbagai negara seperti Tiongkok dan Amerika Serikat. Penggunaan asbes sebagai plafon bangunan juga telah digantikan dengan beberapa bahan yang lebih ramah lingkungan seperti gypsum, serat sabut kelapa, atau Glassfiber Reinforced Cement Board (GRC).

 

Penulis : Iqlima Nur Annisa

Editor  : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !