Detail Berita


Ngwenya Mine, Si Tambang Tertua di Dunia


"Ngwenya Mine, Tambang Tertua di Dunia"
Sumber gambar: http://afrotourism.com/


Tanggal terbit: 01-03-2021

duniatambang.co.id - Ngwenya Mine adalah tambang tertua di dunia yang terletak di barat laut Negara Eswatini. Dulunya negara kecil ini bernama Swaziland yang berlokasi di selatan Afrika. Di daerah ini terdapat hematite dan specularite yang mengandung besi. Hematite dalam bahasa Swazi disebut ”libovu” dan specularite disebut  ”ludumane”. Penduduk setempat di zaman dahulu menambang hematite sebagai pigmen pada lukisan batu, sedangkan specularite (bijih berkilau) digunakan oleh kepala suku sebagai cat tubuh pada acara-acara seremonial.

Endapan bijih besi di daerah ini merupakan salah satu formasi geologi tertua di dunia sekaligus merupakan situs pertambangan tertua di dunia. Berdasarkan data arkeolog, aktivitas penambangan di Ngwenya Mine diperkirakan telah ada sejak 43000 SM. Pada sekitar 400 Masehi, penduduk dari utara Sungai Limpopo datang ke daerah Ngwenya untuk mengekstraksi bijih besi dengan palu dan kemudian diperdagangkan ke berbagai wilayah. Kemudian jauh setelahnya, pada tahun 1964 dilakukan penambangan modern dengan metode open pit oleh The Swaziland Iron Ore Development Company (SIODC) yang dimiliki oleh The Anglo-American Corporation. Oleh perusahaan ini, diperkirakan 20 juta ton bijih besi telah diekstraksi dan menyisakan sekitar 32 juta ton cadangan bijih. Akan tetapi penambangan tersebut tidak bertahan lama karena terjadi banjir pada tahun 1977.

Pada tahun berikutnya, Ngwenya Mine menjadi wilayah tambang yang cukup kontroversi. Beberapa rencana pembukaan tambang kembali dilakukan oleh pemerintah, akan tetapi terdapat berbagai masalah seperti korupsi, pencemaran lingkungan, dan diketahui adanya kondisi kerja yang buruk sehingga sulit untuk dilakukan.

Pada tahun 1982, wilayah ini dilindungi oleh Malolotja Nature Reserve dan dikelola oleh Swaziland National Trust Commission. Pada tahun 2011, Ngwenya Mine akhirnya kembali dibuka oleh perusahaan India bernama Salgaocar, namun hanya berlangsung selama 3 tahun dan berhenti pada tahun 2014 karena anjloknya harga bijih besi dunia. Tahun 2018, rencananya akan dibuka kembali namun tidak jadi karena masalah kebakaran di daerah tersebut. Kemudian pada 25 Mei 2020 lalu, The Times of Eswatini melaporkan bahwa Ngwenya Mine akan kembali dibuka oleh Vuka Lilanga Minerals.

 

Penulis : Iqlima Nur Annisa

Editor : Mayang Sari

Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !