Detail Berita


Transformasi Digital Perusahaan Pertambangan di Indonesia


"Dump truck di site pertambangan"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 01-03-2021

duniatambang.co.id - Teknologi digital sebagai wujud bagian dari prinsip revolusi industri 4.0 yang berkembang sangat cepat ini dibutuhkan di bidang pertambangan. Beberapa perusahaan tambang global saat ini sedang bertransformasi digital agar mampu menghasilkan produksi yang lebih besar, biaya yang lebih murah dan keselamatan karyawan serta lingkungan yang lebih baik.

Teknologi digital digunakan mulai pada saat perencanaan dan pengembangan lahan tambang, eksploitasi atau operasional tambang, sistem transportasi hingga pengolahan hasil tambang (smelter).

Digitalisasi pertambangan menuntut perubahan yang sangat berarti pada proses kerja, khususnya dalam bidang operasional tambang. Saat ini, kegiatan tambang bawah tanah sudah semi otomatis, dimana mesin bor dioperasikan oleh operator dari jarak jauh (dari ruang Operation Centre), dan selanjutnya material diangkut ke dalam container untuk dikumpulkan di tempat penampungan sementara. Material ini selanjutnya diangkut melalui truk ke tempat penyimpanan transisi utama sebelum dikirimkan melalui truk atau conveyor belt ke tempat penampungan akhir. Proses yang hampir serupa terjadi pada tambang terbuka. Teknologi digital membantu optimalisasi proses penambangan sehingga hasilnya lebih efektif dan efisien.

Teknologi digital yang digunakan antara lain adalah Internet of Things (IoT), Cloud Computing, Big Data, Machine Learning, Artificial Intelligent (AI), Augmented Reality (AR), mesin robot untuk drilling, Drones, Autonomous Truck, Digital Twins hingga Blockchain. Mesin robot drilling akan menggantikan tenaga operator yang bekerja dari Operation Centre, karena robot sudah mampu menjalankan tugas membor secara mandiri sesuai dengan program yang dibuat. Tenaga SDM hanya berfungsi sebagai pengawas atau pengendali kegiatan operasional tambang. Demikian pula Autonomous Truck akan berjalan secara otomatis tanpa sopir untuk membawa material tambang ke tempat pengumpulan.

Teknologi IoT membuat semua elemen produksi dan SDM terhubung ke dalam sistem pengolahan data secara terintegrasi, yang mengumpulkan data tentang kegiatan mesin robot drilling, alat produksi penunjang, kondisi lahan tambang, sistem transportasi dan kondisi karyawan yang sedang bekerja. Melalui aplikasi Digital Twins, semua alat produksi dirancang untuk menghasilkan data-data penting secara real-time. Data-data ini kemudian dikirimkan melalui jaringan IoT untuk dikumpulkan dan diolah untuk menjadi informasi, yang menghasilkan data-analytics yakni informasi yang bersifat descriptive, diagnostics, predictive , da prescriptive. Informasi ini menjadi sangat penting agar operasi tambang dapat bekerja kontinu (24×7) dan menentukan tindakan pemeliharaan sebelum mesin rusak atau lahan tambang bermasalah.

Di samping proses penambangan, digitalisasi bisnis dapat dilakukan di bidang transportasi, supply chain management, SDM dan HSE (Health, Safety and Environment). Dengan menerapkan teknologi IoT maka seluruh komponen alat pendukung tambang mengumpulkan dan mengirimkan data ke Cloud Network untuk diolah dan menghasilkan informasi yang menjadi dasar untuk mengambil keputusan. Misalnya, para pekerja tambang bawah tanah secara teratur melaporkan kondisi tubuhnya, kondisi tambang bawah tanah dan kondisi peralatan HSE. Demikian pula truk pengangkut bahan galian melaporkan secara berkala kondisinya sehingga dapat dipastikan muatan, lokasi, keamanan dan pemeliharaan truk sehingga mampu bekerja optimal.

Perusahaan tambang dituntut memahami teknologi informasi dan komunikasi. Bagaimana dengan digitalisasi perusahaan tambang nasional? Perusahaan asing seperti Freeport, Vale dan Newmont sudah menjalankan sebagian dari transformasi digital, sejalan dengan kebijakan global mereka.

Begitu pun pada perusahaan BUMA, penggunaan sistem teknologi saat ini sudah menjadi keharusan di berbagai bidang. Sistem teknologi informasi dan komunikasi sangat memegang peranan penting di BUMA untuk mempermudah aspek pengerjaan operasional tambang dan juga pekerjaan dari para Manusia BUMA. Investasi alat berat adalah investasi yang tidak murah. Untuk itu, diperlukan manajemen yang tepat untuk mengelola aset perusahaan ini.

BUMA DigiMan (Digital Maintenance) hadir dan dikembangkan oleh para ekspertis teknologi BUMA dengan tujuan menjaga kinerja alat berat selalu dalam kondisi prima sesuai dengan spesifikasinya. Dengan 4 fitur yang terdapat didalamnya, yaitu D-Inspect, D-Order, D-Execute dan Integrated Plan & Schedule pengawas, planner serta para mekanik BUMA mendapatkan kemudahan dalam mengelola pekerjaan dengan sistem pelaporan yang terintegrasi dan mencegah kerusakan pada alat berat yang berlebihan.  Dengan perawatan yang baik, maka target produksi yang diinginkan tentu akan bisa dicapai. BUMA terus berkomitmen untuk menjadikan operasional tambang Selamat, efisien dan efektif.

 

Penulis: Annisa Octavianie

Editor: Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !