Loading...
image

"PT Aneka Tambang Tbk"
Sumber gambar: netralnews.com

Dunia Tambang / 22 February 2021 / 0 Komentar

PT Antam Tbk PT Vale Indonesia Tbk 

Sempat Terganjal, Akhirnya Antam Segera Kuasai Dua Tambang Nikel Bekas Vale

duniatambang.co.id - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) akan segera dapat menguasai Blok Bahodopi Utara dan juga Blok Matarape setelah dua tahun lebih menunggu. Kedua lahan tambang nikel tersebut merupakan imbas dari kebijakan penciutan dari tambang milik PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

Pihak Aneka Tambang pun mengaku bahwa saat ini mereka masih menunggu terbitnya Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) untuk Blok Bahodopi Utara dan Blok Matarape tersebut. Pihaknya menambahkan bahwa proses penerbitan IUPK itu sekarang sudah diproses di Kementerian ESDM.

Kedua wilayah tambang nikel tersebut, diketahui telah didapatkan oleh Aneka Tambang sejak bulan Agustus 2018 silam. Aneka Tambang mendapatkannya setelah memenangkan penawaran prioritas yang dilakukan oleh pihak Kementerian ESDM. Untuk Blok Bahodopi Utara didapat pada tanggal 1 Agustus 2018 dan Blok Matarape pada tanggal 21 Agustus 2018.

Pihak Aneka Tambang pun juga mengaku telah membayarkan biaya Kompensasi Data Informasi (KDI) sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Dari surat Keputusan Menteri ESDM bernomor 1805.K/30/MEM/2018, diketahui bahwa untuk luas wilayah tambang di Blok Matarape, Sulawesi Tenggara itu mencapai 1.681 hektare. Jumlah kisaran harga KDI-nya diketahui sebesar Rp184,05 miliar. Sedangkan untuk wilayah tambang di Blok Bahodopi Utara yang ada di Sulawesi Tengah itu luasnya diperkirakan mencapai 1.896 hektare dengan nilai KDI diketahui sebesar Rp184,8 miliar.

Adapun penyebab lamanya proses tersebut hingga lebih dari dua tahun itu disebabkan oleh belum dikeluarkannya izin eksplorasi dari Kementerian ESDM. Alasannya, pihak Ombudsman Republik Indonesia mencurigai adanya dugaan maladministrasi dalam kegiatan penawaran prioritas atau pelelangan blok tambang yang dilakukan pihak Kementerian ESDM pada tahun 2018 tersebut.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor  : Umar RP.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar