Detail Berita


Harga Jual Nikel Rendah, Indeks Nikel Indonesia (INI) Segera Diresmikan



Tanggal terbit: 05-07-2019

 

duniatambang.co.id - Penambang nikel tengah mempersiapkan pembentukan Indeks Nikel Indonesia (INI) yang direncanakan akan launching pada 25 Juli 2019. Sebelum launching, dilakukan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema peranan Indeks Nikel Indoensia (INI) dalam industri nikel nasional dan internasional. FGD ini berlangsung di Merlynn Park Hotel pada Hari Kamis, 4 Juli 2019.

Maydin Sipayung selaku Direktur Utama PT Indeks Komoditas Indonesia menyampaikan, data yang bersumber dari USGS pada tahun 2017, total produksi nikel dunia adalah 1.943.000 ton. Indonesia menjadi negara pada peringkat pertama yang memproduksi nikel terbesar dengan jumlah produksi 400.000 ton nikel.

Data dari KESDM pada tahun 2017, 4 produsen nikel terbesar di Indonesia yaitu PT Sulawesi Mining Investment memproduksi 194.570 ton feronikel, PT Aneka Tambang 85.539 ton feronikel, PT Megah Surya Pertiwi 84.537 ton feronikel dan PT Vale Indonesia 64.244 Nikel Matte. Sementara, produksi nickel ore sebesar 3.044.382 ton.

Baca juga: Menilik Lebih Jauh Fenomena Battery Boom

Indonesia belum memiliki harga acuan nikel yang independen, transparan dan terpercaya. Saat ini pemerintah masih menggunakan bursa LME, Asian Metal, ICDX, untuk menghitung Harga Mineral Logam Acuan (HMA), papar Maydin.

Menurut Meydi Katrin Lengkey, Sekretaris Jenderal Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), harga nikel yang dijual saat ini tidak menguntungkan bagi npenambang. Harga jual masih di bawah Harga Patokan Mineral (HPM). Penambang masih dibebani membayar sejumlah kewajiban seperti pajak dan royalty. Untuk itu, diperlukan patokan harga untuk mengatur harga nikel agar tidak merugikan bagi pengusaha.

INI dibentuk untuk menyelesaikan permasalahan harga nikel yang rendah di dalam negeri. Adapun keunggulan Indeks Nikel Indonesia (INI) adalah referensi harga spot nikel di pelabuhan Indonesia (Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua Barat), dibentuk dari metodelogi yang transparan, dikelola oleh institusi yang independen, adanya spesifikasi yang jelas untuk lindung nilai dan lindung spesifikasi.

Keuntungan INI bagi pemerintah dapat menjadi sumber data dalam merancang RAPBN dan pertumbuhan ekonomi, memiliki harga acuan nikel yang kredibel, dan dapat melakukan pengawasan terhadap adanya illegal transfer pricing. Sedangkan keuntungan bagi pengusaha adalah produsen, konsumen dan trader terlibat secara langsung dalam membentuk harga acuan nikel di Indonesia.

Dengan adanya INI diharapkan nikel memiliki harga acuan yang jelas. Tidak hanya besar dalam produksi, nikel Indonesia diharapkan depat menjadi lead actor sehingga mendorong harga nikel Indonesia menjadi referensi dunia dalam menetapkan harga nikel.

 

(MS)

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !