Detail Berita


Rencana Pembangunan Smelter Freeport-Tsingshan Senilai 35 Triliun


"Penambangan PT Freeport Indonesia"
Sumber gambar: ptfi.co.id


Tanggal terbit: 17-02-2021

duniatamabang.co.id - PT Freeport Indonesia (PTFI) berencana membangun smelter tembaga baru di Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara. Smelter tersebut akan memiliki kapasitas input konsentrat tembaga sebesar 2,4 juta ton. Smelter tembaga ini akan mempunyai 3 produk turunan, yaitu tembaga, nikel, dan bauksit yang diperuntukkan untuk pengembangan baterai.

Rencana tersebut membuat Tsingshan Group tertarik untuk bekerja sama dengan PTFI. Tsingshan Group adalah perusahaan dari China yang bergerak dalam produksi baja tahan karat dan saat ini sedang memperlebar sayapnya pada sektor energi lain.

Menurut penjelasan Dirjen Minerba KESDM, Ridwan Jamaludin, pembangunan smelter boleh dilakukan dengan pembiayaan sendiri atau kerjasama antarperusahaan, sehingga pemerintah tidak melarang kerjasama antara Freeport dengan Tsingshan. Biaya investasi untuk pembangunan smelter ini mencapai US$ 2,5 miliar, atau jika dikonversikan dalam rupiah senilai Rp 35 triliun. Biaya tersebut rencananya akan dibiayai Tsingshan sebesar 92,5% dari total biaya proyek, sehingga Freeport hanya membiayai 7,5% sisanya.

Berdasarkan keterangan dari Direktur Utama PTFI, Tony Welas, pembangunan smelter tembaga ini sedang dalam pembicaraan mengenai metode dan teknis pelaksanaan dengan Tsingshan, sehingga belum ada kesepakatan antara kedua perusahaan tersebut. Negosiasi antara kedua perusahaan ini sedang berlangsung akan menghasilkan keputusan pada akhir Maret 2021.

Jika pembangunan smelter ini sepakat untuk direalisasikan, pemerintah memberi batas waktu pembangunan yang harus selesai pada Desember 2023. Namun, Tsingshan harus memberikan kepastian apakah sanggup menyelesaikan dalam rentang waktu tersebut atau tidak. Meskipun demikian, Tsingshan mempunyai rekam jejak positif dalam pembangunan smelter Morowali beberapa waktu lalu. Sehingga, pemerintah yakin perusahaan Tsingshan dapat menyelesaikan proyek smelter tembaga.

Terlepas dari rencana pembangunan smelter baru, melalui Vice President Coorporate Communications PTFI, Riza Pratama mengungkapkan bahwa PTFI tetap berkomitmen dalam mengerjakan pembangunan smelter kedua di Gresik, Jawa Timur yang saat ini telah berprogres sejauh 5,9%. Setelah terjadi kesepakatan, keputusan mengenai smelter mana yang dikerjakan akan diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah.

 

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !