image

"Stockpile Batubara"
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 27 January 2021 / 0 Komentar

Batubara Hilirisasi PTBA 

Perbanyak Hilirisasi, Bukit Asam Olah Batubara Jadi Karbon Aktif

duniatambang.co.id - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) akan mengembangkan bisnis untuk sektor hilir tambang. Sejauh ini, perusahaan telah mengembangkan proyek gasifikasi batubara, dan sekarang PTBA tengah berencana untuk mengembangkan produksi karbon aktif yang memanfaatkan batubara sebagai bahan baku utamanya.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, Bukit Asam telah melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan Activated Carbon Technologies Pty Ltd, sebuah perusahaan asal Australia. Nantinya, perusahaan tersebut akan menjadi offtaker atau pembeli guna memastikan produk yang dihasilkan oleh Bukit Asam bisa dipasarkan. Lebih lanjut, untuk pasokan karbon aktif itu akan diambil dari tambang batubara milik perusahaan yang berada di Tanjung Enim, Sumatera Selatan.

Selanjutnya, Bukit Asam akan mulai melakukan persiapan FEED (Front End Engineering Design) untuk pabrik pengolahannya yang ditargetkan dilaksanakan pada tahun 2021 ini. Perusahaan berharap bahwa nanti di tahun 2023, mereka bisa mulai merealisasikan kegiatan pengapalan karbon aktif dari lokasi tambang ke Australia. Diperkirakan, jumlah produksinya bisa mencapai 12.000 ton setiap tahun.

Sementara guna mengetahui besaran nilai investasi pengembangan bisnis karbon aktif tersebut, pihak Bukit Asam akan memanfaatkan sistem perhitungan FEED yang sebelumnya juga menjadi salah satu poin untuk tindak lanjut hasil feasibility study. Oleh karena itu, besaran nilai investasi untuk sementara ini masih belum diketahui.

Pihak Bukit Asam mengatakan bahwa karbon aktif yang dibuat menggunakan batubara bisa digunakan untuk beragam kebutuhan, seperti untuk menjernihkan air, gas dan udara, kemudian juga untuk filter industri makanan, hingga pemanfaatan di bidang farmasi guna melakukan netralisasi limbah obat-obatan.

Rencana yang sedang dimatangkan oleh Bukit Asam ini nantinya juga bisa menambah portofolio bisnis perusahaan untuk sektor hilirisasi. Di saat yang bersamaan, Bukit Asam saat ini juga tengah mengerjakan proyek gasifikasi batubara menjadi DME yang bekerjasama dengan PT Pertamina (Persero) sebagai offtaker-nya, serta Air Product sebagai penyedia teknologi.

Bukit Asam sendiri selama ini juga menargetkan pendapatan yang signifikan untuk jangka panjang yang bersumber dari bisnis power plant dan hilirisasi. Sebab bagi perusahaan, hilirisasi batubara menjadi salah strategi bisnis Bukit Asam untuk melakukan transformasi.

 

Penulis : Mayang Sari

Editor : Faris Primayudha

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar