Loading...
image

"Penambangan nikel"
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 26 January 2021 / 0 Komentar

Tambang 

Produksi Hasil Tambang 2020 Tembus Target Meski di Tengah Pandemi

duniatambang.co.id - Produksi nikel di saat wabah pandemi tidak mendapatkan dampak terlalu signifikan. Bahkan produksi nikel mampu mencatatkan nilai terbaiknya. Diketahui, produksi dan pemurnian nikel dalam bentuk feronikel, Nickel Pig Iron (NPI) dan nickel matte untuk tahun 2020 ini telah melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya.

Laporan tersebut dikabarkan oleh Dirjen Minerba Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin. Lebih lanjut Ridwan mengatakan bahwa produksi feronikel untuk periode tahun 2020 mencapai angka 1,46 juta ton, 112,3 persen lebih banyak dari target. Kemudian untuk NPI angka produksinya mencapai 860,5 ribu ton, melebihi target sebanyak 136,9 persen. Selanjutnya untuk nickel matte mencapai 91,7 ribu ton, 127,9 persen lebih besar dari target.

Apabila dibandingkan dengan periode tahun 2019, jumlah tersebut juga mengalami peningkatan sebesar 10,18 persen untuk produk NPI dari 781 ribu ton, nickel matte sebesar 27,36 persen dari sebelumnya 72 ribu ton dan untuk feronikel naik sebanyak 27 persen dari tahun 2019 yang sebesar 1,15 juta ton.

Sementa untuk produk mineral lain yakni katoda tembaga, jumlah produksinya mencapai 268,6 ribu tono, lebih tinggi 92,3 persen dari target. Emas mencapai 65,9 ton atau lebih tinggi 93,3 persen dari target. Perak mencapai 335,5 ton atau lebih tinggi 87,7 persen dari target. Kemudian timah produksinya mencapai 52,5 ribu ton atau lebih tinggi 75 persen dari target. Dari data tersebut, produksi timah menjadi yang paling rendah dalam hal peningkatan produksi dibandingkan komoditas lainnya.

Pihak Kementerian ESDM menjelaskan alasan kenapa timah menjadi yang paling sedikit mengalami peningkatan produksi adalah disebabkan tekanan harga. Sehingga untuk mengantisipasi resiko lebih besar, maka jumlah produksinya pun diturunkan. Bagi pihaknya hal semacam ini sudah lumrah terjadi, dan bukan sebuah catatan yang tidak wajar.

Ridwan mengatakan bahwa mungkin di sebagian besar pikiran orang adalah produksi yang mengalami penurunan akibat wabah pandemi. Namun berdasarkan data yang ada, kinerja produksi sejauh ini masih sangat bagus, bahkan beberapa mampu mengalami peningkatan lebih dari 100 persen dari target yang ditetapkan.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor  : Umar RP.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar