image

"Stockpile Batubara"
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 20 January 2021 / 0 Komentar

Batubara Grafit 

Potensi Besar Batubara Jadi Grafit Sintetik, ESDM Tekankan Penelitian Lebih Lanjut

duniatambang.co.id - Hasil penelitian yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian ESDM telah menemukan bahwa batubara memiliki potensi untuk diolah menjadi grafit yang memiliki nilai lebih tinggi. Penelitian yang dilakukan ini merupakan bagian dari strategi hilirisasi tambang yang dicanangkan oleh pemerintah.

Pihak Kementerian ESDM mengatakan bahwa selama ini grafit telah digunakan untuk bahan baku utama anoda baterai, yang dimanfaatkan oleh industri elektronik untuk membuat ponsel, laptop hingga kendaraan listrik. Pihaknya menambahkan bahwa selama ini grafit diperoleh dari negara Cina dan Brasil, yang menjadi produsen utamanya.

“83 Persen pasokan grafit berasal dari negara Cina dan Brasil. Namun tidak semuanya bisa dimanfaatkan untuk anoda baterai, tergantung dari kemurnian dan kualitasnya,” kata pihak ESDM.

Kementerian ESDM mengungkapkan bahwa batubara dengan kalori rendah yang cocok untuk dijadikan anoda baterai itu, jumlahnya sangat melimpah di Indonesia ini, sehingga sangat berpotensi untuk diolah menjadi grafit sintetik. Sayangnya, kendala utamanya terletak pada masalah biaya untuk melakukan produksi. Pihaknya menjelaskan bahwa biaya produksi grafit bisa sepuluh kali lipat lebih mahal jika dibandingkan dengan produksi grafit alam.

Harga grafit sintetik sendiri sebenarnya memiliki nilai jual yang sangat tinggi di pasar internasional. Kementerian ESDM pun mengatakan untuk mengakali biaya produksi yang mahal itu, bisa dilakukan pencampuran antara batubara dengan grafit alam.

Dengan demikian, Kementerian ESDM menekankan bahwa prospek untuk pasar grafit sintetik ini sangat menjanjikan. Setiap tahunnya, grafit sintetik mengalami peningkatan permintaan yang sangat signifikan. Bahkan rata-rata bisa mengalami peningkatan hingga 154 persen per tahunnya. Oleh karena itu, grafit sintetik di masa depan akan menjadi salah satu bahan galian tambang yang paling diburu.

Agar tidak ketinggalan potensi luar biasa ini, pihak Kementerian ESDM pun menekankan pentingnya penelitian lebih lanjut. Terlebih Indonesia yang belum memiliki tambang grafit alam yang ekonomis.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor  : Umar RP.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar