image

"Ilustrasi bitcoin di atas Dolar Amerika Serikat"
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 19 January 2021 / 0 Komentar

Investasi 

Pulihkan Ekonomi, Pemerintah Target Investasi Tambang di 2021 Jadi Rp84,4 Triliun

duniatambang.co.id - Pemerintah menargetkan investasi untuk sektor pertambangan minerba pada 2021 naik sebesar 49 persen dari realisasi tahun 2020 sebesar USD4,01 miliar menjadi USD5,98 miliar atau sekitar Rp84,4 triliun. Adapun besaran target yang ditingkatkan ini sebagai langkah pemerintah untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi di tengah wabah pandemi Covid-19. Hal tersebut diungkapkan oleh Dirjen Minerba Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin.

Pihaknya pun mengakui bahwa pencapaian target sebesar itu merupakan sebuah tantangan yang cukup berat, dan berharap semua pihak terkait bisa mengatasinya bersama-sama, demi pemulihan ekonomi di masa pandemi.

Jika melihat pada realisasi investasi di tahun 2020 yang dipatok sebesar USD4,01 miliar, jumlah ini sebenarnya mengalami penurunan sekitar separuh dari target yang dipatok di awal tahun. Saat itu jumlahnya mencapai angka USD7,75 miliar. Apabila dibandingkan dengan realisasi investasi pada tahun 2019, jumlah tersebut juga diketahui mengalami penurunan sebesar 38 persen, di mana pada tahun 2019 itu, nilainya mencapai USD6,50 miliar.

Adapun kenaikan target investasi tersebut juga dibarengi dengan adanya peningkatan target PNBP sektor tambang minerba yang jumlahnya mencapai angka Rp39,1 triliun. Angka tersebut diketahui mengalami kenaikan sebanyak 13 persen jika dibandingkan dengan tahun 2020 yang sebesar Rp34,6 triliun.

Pencapaian PNBP pada tahun 2020 yang tercatat lebih tinggi dari periode sebelumnya dipengaruhi melesatnya jumlah produksi minerba. Diketahui besaran realisasi produksi batubara bisa mencapai angka 561 juta ton, di mana target pada periode itu sebesar 550 juta ton.

Tidak jauh berbeda dengan batubara, produksi nikel juga diketahui mampu melampaui target yang telah dicanangkan. Dari data yang ada, jumlah produksi feronikel di tahun 2020 lalu mencapai angka 1,46 juta ton atau sebesar 112,3 persen dari target.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor  : Ocky PR.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar